Kamis, 18 Jun 2026 22:43 WIB

Peringatan Hardiknas di Jombang, Puluhan Peserta Upacara Pingsan Kepanasan

Sejumlah ASN dan pelajar yang jatuh pingsan saat mengikuti upacara Hardiknas. (Foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)
Sejumlah ASN dan pelajar yang jatuh pingsan saat mengikuti upacara Hardiknas. (Foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)

jatimnow.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang menggelar upacara di alun-alun, pada Selasa (2/5/2023) pagi, memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas).

Upacara yang awalnya berjalan khidmat itu, tiba-tiba berubah suasana, lantaran puluhan peserta upacara mendadak pingsan. Mereka pun segera dilarikan ke tenda perawatan.

Baca Juga: Belasan Pelajar di Tulungagung Tumbang Saat Mengikuti Upacara

Sedikitnya ada 30 orang peserta upacara, baik dari kalangan aparatur sipil negara (ASN) dan para pelajar yang ditandu usai tumbang pada saat mengikuti upacara.

Tak hanya itu, lantaran cuaca yang cukup terik, membuat sejumlah peserta upacara Hardiknas lebih memilih bubar, tanpa komando. Ini dilakukan peserta upacara dari pada pingsan dan ditandu ke tenda medis.

Tri Wahyudi, Tim P3K dari Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang menjelaskan, banyaknya peserta upacara yang jatuh pingsan dikarenakan beberapa hal, mulai dari faktor cuaca dan kondisi fisik masing-masing peserta yang kurang fit.

"Karena faktor kondisi ya mas ya. Faktor kondisi tubuhnya juga faktor kondisi alam," ungkapnya.

Baca Juga: Refleksi Pendidikan Nasional di Hari Pendidikan Nasional 2026

Ia mengatakan para pelajar yang jatuh pingsan kebanyakan fisiknya yang tidak kuat. Dikarenakan mereka melakukan persiapan sejak pagi hari. Untuk menggunakan baju adat, sehingga lupa untuk sarapan pagi.

"Ya khususnya yang pelajar persiapan pagi, habis subuh sudah berdandan menggunakan baju adat. Dan gak sarapan. Dan ditunjang dengan cuaca yang sangat panas gini," paparnya.

"Ada sekitar 30 sampai 40 orang (yang pingsan). Dari kalangan anak didik (pelajar), dari kalangan ASN, seperti guru, dari catatan sipil (Dispendukcapil) juga banyak yang pingsan," lanjut dia.

Baca Juga: Besut Mudik ke Jombang, Mencari Roh Dialektika di Tanah Para Pemikir

Kondisi ini membuat sejumlah petugas P3K di lapangan, memberikan penanganan medis.

"Kita lakukan perawatan dan kita lepaskan baju yang ikatannya ketat, kita longgarkan. Kancing baju yang rapat kita longgarkan agar jalan nafas bisa lancar, selanjutnya kita kasi aroma terapi," pungkasnya.

 

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.