Jumat, 19 Jun 2026 06:39 WIB

Puluhan Balon Udara di Trenggalek Gagal Terbang Karena Disita Polisi

Polres Trenggalek menyita puluhan balon udara (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Polres Trenggalek menyita puluhan balon udara (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Puluhan balon udara disita Polres Trenggalek selama perayaan lebaran ketupat. Balon tersebut dirazia saat hendak diterbangkan warga.

Tradisi lebaran ketupat juga identik dengan penerbangan balon udara untuk memeriahkannya. Namun kini, polisi melarang penerbangan balon udara karena dapat menggangu jalur penerbangan.

Baca Juga: Bank Jatim Salurkan CSR ke Trenggalek Berupa Floor Projector Highlight

Kapolres Trenggalek, AKBP Alith Alarino mengatakan, 83 balon udara dapat diamankan sebelum diterbangkan. Balon udara yang diamankan ini terdiri dari 36 balon udara kecil, 21 balon udara sedang dan 9 balon udara ukuran besar.

Puluhan balon udara tersebut diamankan dari 5 kecamatan, yakni Durenan, Pogalan, Watulimo, Gandusari dan Trenggalek.

"Ukuran terbesar balon udara yang diamankan mencapai diameter dua meter dengan panjang hingga belasan meter. Sedangkan ukuran terkecil memiliki diameter 50 sentimeter," ungkap Alith, Minggu (30/4/2023).

Baca Juga: JLS di Tulungagung Telah Rampung Pembangunannya, Tiga Kabupaten Sudah Terhubung

Balon udara ini paling banyak diamankan dari wilayah Kecamatan Durenan. Wilayah tersebut memiliki tradisi lebaran ketupat yang telah berlangsung sejak 2 abad lalu. Dari total 83 balon udara, 66 di antaranya berasal dari kecamatan ini.

Tidak ada sanksi yang diberikan kepada pembuat balon udara. Polisi hanya meminta keterangan kepada pelaku. Sebab polisi menggunakan pendekatan preventif dan pre-entif, mengingat sebagian masyarakat masih banyak menganggap hal itu sebagai budaya.

Baca Juga: Penutupan Jalan Utama Tulungagung - Trenggalek Tertunda, Ini Alasannya

Namun, Alith mengingatkan bahwa aktivitas menerbangkan balon udara dapat membahayakan lalu lintas udara. Juga berpotensi menyebabkan kebakaran.

"Tidak ada pelaku, kami hanya meminta keterangan mereka. Selain itu, kami juga mengambil balon udara mereka," pungkasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.