Selasa, 16 Jun 2026 00:16 WIB

Tega! Pria di Banyuwangi Pukul Istri dan Anaknya Pakai Palu

Kedua korban saat menjalani perawatan medis (Foto: Polsek Srono for jatimnow.com)
Kedua korban saat menjalani perawatan medis (Foto: Polsek Srono for jatimnow.com)

jatimnow.com - Pria di Banyuwangi tega memukul kepala istri dan anaknya memakai palu, hanya karena seruan salat yang dilontarkannya tak digubris.

Pria itu berinisial SH (68), warga Dusun Sukopuro, Desa Sukonatar, Kecamatan Srono, Kebupaten Banyuwangi.

Baca Juga: Diduga Menjadi Korban Penganiayaan, Ajudan Wakapolres Blitar Alami Hidung Patah

Informasi yang diperoleh jatimnow.com, peristiwa itu terjadi Jumat (28/4), usai pelaku melakukan salat subuh di musala dekat rumahnya. Sekembalinya dari musala, pelaku menyerukan pada istrinya untuk segera menunaikan salah subuh.

"Permintaan itu lantas tidak diindahkan oleh istrinya," ujar Kanit Reskrim Polsek Srono, Ipda Oky Heru Prasetyo melalui pesan singkat kepada jatimnow.com, Minggu (30/4/2023).

Setelah seruan salatnya tak digubris, pelaku terlibat cekcok dengan istrinya. Saat cekcok itulah, pelaku yang kalap kemudian memukul istrinya menggunakan palu. Bahkan dia juga memukul anaknya.

Baca Juga: Organisasi Aremania Utas Ganti Kerugian Wisatawan Asal Surabaya

"Anak dan istrinya dipukul palu besi mengenai kepala kedua korban," terang Oky.

Istri pelaku kemudian membuat laporan polisi ke Mapolsek Srono. Atas dasar laporan itu, serta alat bukti yang cukup, pelaku kemudian diamankan dan ditahan.

"Pelaku sudah kami tetapkan sebagai tersangka dan kami tahan," jelas Oky.

Baca Juga: Kasus Pengeroyokan Wisatawan Asal Surabaya Oleh Oknum Aremania Berakhir Damai

Penyidik bahkan menjerat tersangka dengan pasal belapis, yaitu Pasal 44 Ayat 1 Juncto 5 huruf a UU RI Nomor 23 Tahun 2004 tentang PKDRT, sub Pasal 80 Ayat 2 UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak sub 351 KUHP.

 

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.