Minggu, 21 Jun 2026 13:51 WIB

Jelang Lebaran Ketupat, Produsen Lontong di Jombang Untung Berlipat

Pembuatan lontong ketupat di Dusun Ngembeh, Desa Ngumpul, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang (Foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)
Pembuatan lontong ketupat di Dusun Ngembeh, Desa Ngumpul, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang (Foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)

jatimnow.com - Produsen lontong di Jombang mendapat keuntungan berlipat jelang lebaran ketupat yang jatuh pada Sabtu (29/4/2023).

Banyaknya pesanan lontong, membuat Suryani (26), pemilik usaha produksi lontong di Dusun Ngembeh, Desa Ngumpul, Kecamatan Jogoroto meraup cuan jutaan rupiah.

Baca Juga: Besut Mudik ke Jombang, Mencari Roh Dialektika di Tanah Para Pemikir

Suryani menjelaskan, jelang lebaran ketupat atau H+7 Hari Raya Idul Fitri 1444 H, pesanan lontong ketupat mengalami kenaikan yang cukup signifikan.

"Pesanan naik tiga kali lipat dibanding hari biasa. Setiap harinya bersih bisa dapat satu juta rupiah, kalau lebaran. Kalau hari biasa ya sekitar tiga ratus ribu rupiah. Itu bersih," ungkap Suryani ditemui di rumahnya, Kamis (27/4/2023).

Menurutnya, pada hari biasa, dia menghabiskan 50 hingga 80 kilogram beras untuk memproduksi lontong. Kini untuk memenuhi pesanan, ia bisa menghabiskan 2 kwintal beras.

Baca Juga: Potret Travesti Ludruk, Simbol Perlawanan yang Hadir di Pameran Foto Jombang

"Hari biasa ya cuman 1000 lontong. Kalau sekarang bisa 3000 sampai 3500 lontong. Ya sekitar 200 kilogram (beras) sehari," jelasnya.

Dia mengatakan, harga lontong ketupat buatannya dipatok dengan harga beragam, tergantung ukuran.

"Kalau yang besar itu seribu rupiah, kalau yang kecil harganya enam ratus rupiah per biji," beber Suryani.

Baca Juga: Polisi Amankan Belasan Balon Udara Saat Perayaan Lebaran Ketupat di Trenggalek

Dia mengaku sudah lama menekuni usaha pembuatan lontong ketupat. Lontong buatannya ini biasanya dijual di pasar tradisional yang ada di Jombang.

"Usaha ini sudah sejak lama. Sejak nenek saya, terus sekarang saya yang melanjutkan. Ini jualnya langsung ke pasar," pungkasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.