Rabu, 17 Jun 2026 23:40 WIB

Warga Muhammadiyah Diimbau Menahan Diri terkait Ujaran Kebencian ASN BRIN

etua Majelis Hukum dan HAM Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Surabaya, Sugianto. (Foto: Rama Indra/jatimnow.com)
etua Majelis Hukum dan HAM Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Surabaya, Sugianto. (Foto: Rama Indra/jatimnow.com)

jatimnow.com - Mencuatnya kasus ASN Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang mengumbar ujaran kebencian, warga Muhammdiyah diimbau agar agar tetap menahan diri.

Hal itu disampaikan oleh Ketua Majelis Hukum dan HAM Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Surabaya, Sugianto. Warga Muhammdiyah jangan ikut terbawa arus ketika ada kasus 'penggorengan' isu keagamaan.

Baca Juga: Pasien Sempat Dievakuasi Akibat Kebakaran Kantin, RSMAD Kediri Pastikan Aman

"Kami yang jelas tidak akan mengarah ke sana (isu agama). Tapi yang terpenting adalah instruksi dari pimpinan pusat dan perintah pimpinan daerah, kita warga Muhmmadiyah ini harus bisa menahan diri," kata Sugianto usai melayangkan pengaduan terhadap dua oknum telapor, Thomas Jamaluddin dan AP Hasanuddin, di Mapolda Jatim, Rabu (26/4/2023)

Menurut Sugianto, dalam menjalankan proses pengaduan dua oknum Thomas Jamaluddin dan AP Hasanuddin itu, dilakukan dengan rasa kehati-hatian.

Baca Juga: Polda Jatim Bongkar Sindikat Jual Beli OTP Ilegal, Untung Hingga Rp1,2 Miliar

"Kita sebagai warga Muhammadiyah, kita harus patuh terhadap hukum dan dengan melakukan upaya sebagaimana mestinya," jelasnya.

Sehingga, lanjut Sugianto, semisal nanti dalam upaya pelaporan ini ditemukan suatu hal melanggar hukum, pihaknya bersedia mentaati kosekuensi hukum berlaku.

Baca Juga: Polda Jatim Ringkus 11 Tersangka Sindikat Penipuan Segitiga Jual Beli Mobil

"Kalaupun itu nantinya ditemukan pelanggaran hukum di dalamnya, maka di situ kita akan lakukan upaya hukum yang sudah berlaku, dan kita wajib mentaatinya," pungkasnya.

 

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.