Minggu, 07 Jun 2026 11:23 WIB

Maestro Kebo-keboan Berpulang, Banyuwangi Berduka

H Indra Gunawan (kiri) semasa hidup (Foto: Facebook Indra Gunawan)
H Indra Gunawan (kiri) semasa hidup (Foto: Facebook Indra Gunawan)

jatimnow.com - Awan mendung menyelimuti insan budaya Bumi Blambangan. H Indra Gunawan, sang maestro adat Kebo-keboan Desa Alasmalang, Kecamatan Singojuruh, Kabupaten Banyuwangi berpulang.

Ia meninggal setelah berjuang melawan penyakit ginjal yang diidapnya. Kepulangan H Indra Gunawan dibenarkan kakak kandungnya, Awang Darmawan (58).

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

"Benar, beliau meninggal pada Rabu (19/4) kemarin. Sebelum meninggal sempat dirawat di RS Darmo Surabaya selama 10 hari karena masalah ginjal," ujar Awang kepada jatimnow.com, Kamis (20/4/2023).

Awang menyatakan, sebelum dirawat di Surabaya, almarhum sempat dirawat di Rumah Sakit Yasmin Banyuwangi selama tiga hari. Namun karena kondisinya terus menurun akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit Darmo, Surabaya.

"Setelah dicek, hasil laboratorium menunjukkan fungsi ginjalnya mengalami masalah. Dan ada kelainan lambung yang membuat beliau muntah," tambahnya.

Awang menambahkan, kondisinya yang terus menurun membuat tim dokter memutuskan memindahkan H Indra Gunawan ke ruang intensif care unit (ICU). Namun berjalan dua hari, kondisinya semakin menurun.

"Jam 10.45 WIB meninggal dunia. Jenazah tiba di Banyuwangi sekitar pukul 20.00 WIB. Terus disemayamkan selama semalam dan pagi ini sekitar pukul 09.00 WIB dikebumikan di TPU keluarga," jelas Awang.

Tak hanya keluarga dan insan seni adat Kebo-keboan Alasmalang Singojuruh, duka mendalam atas kepergian sang legenda turut dirasakan Ketua Pengurus Harian Aliansi Masyarat Adat Nusantara (AMAN) Osing Banyuwangi, Wiwin Indiaeti.

Menurutnya, H Indra Gunawan dikenal sebagai sosok filantropis dan total saat memperjuangkan kelestarian adat dan budaya di Banyuwangi.

Baca Juga: Warga Banyuwangi Keluhkan Langkanya LPG 3 Kg Jelang Lebaran

"Kami sangat merasa kehilangan atas kepergian beliau. Ia sosok yang darmawan dan selalu mendukung kebudayaan Banyuwangi. Sudah tak bisa diragukan lagi," ucapnya.

Di mata Wiwin, alamarhum dikenal sosok yang aktif dan tak pernah diam dalam urusan memajukan kebudayaan. Itu terlihat dari totalitasnya dalam mempromosikan adat
Kebo-keboan di mata luar.

"Saking totalnya sampai merogoh kocek pribadi. Makanya saya salut dengan perjuangan beliau dalam melestarikan adat budaya yang jadi kebanggaan masyarakat di desanya itu," tambahnya.

Tak sampai di situ, lanjut Wiwin, semasa hidup almarhum kerap memberikan fasilitas tempat bagi Tim AMAN Osing saat melakukan pertemuan ataupun rapat. Meski sudah tak aktif sebagai pengurus di lembaga yang kini dinaunginya.

Baca Juga: Vidi Aldiano Meninggal, Erick Thohir: Terima Kasih Atas Karya, Suara, dan Kenangan

"Beliau sangat suportif dan kerap memberikan fasilitas kami saat melakukan pertemuan. Simbol kemandirian masyarakat adat ada pada sosok almarhum," ungkapnya.

Adat Kebo-keboan merupakan sebuah kegiatan adat masyarakat agraris asli suku Osing. Sebuah tradisi yang digelar setiap bulan Suro dalam penanggalan Jawa. Sekaligus menjadi acara rutin tahunan dan rangkaian dari Banyuwangi Festival (B-Fest), yang selalu dinanti oleh ribuan masyarakat Bumi Blambangan.

Kebo-keboan merupakan ungkapan syukur masyarakat atas limpahan hasil panen sepanjang tahun. Serta sebagai tolak balak atau doa agar dihindarkan dari bencana dan mara bahaya.

Almarhum H Indra Gunawan meninggalkan seorang istri bernama Sari Nurani Sukarno. Sejumlah tokoh kebudayaan dan seni Banyuwangi sempat mengantarkan jenazah H Indra Gunawan ke peristirahatannya yang terakhir.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Menkop Dukung Kemitraan Petani-Koperasi di Kediri, Kejar Swasembada Gula 2028

Kolaborasi ini merupakan bentuk sinergi nyata antara koperasi, petani, dan pelaku industri.

Akhir Pekan Cuaca di Surabaya Cerah, tapi Waspada Panas yang Menyengat

Tidak terlihat adanya potensi hujan yang signifikan sepanjang hari. Cuaca mendukung berbagai aktivitas masyarakat, khususnya aktivitas di luar ruangan.

Tuai Polemik, Komisi III DPRD Kota Probolinggo Sidak Proyek Swalayan Jalan Cokro

Komisi III telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi untuk memastikan kelengkapan izin proyek di atas lahan seluas 1,3 hektare tersebut.

Update Kepulangan Haji 2026: 7.581 Jemaah Tiba via Debarkasi Surabaya

Update kepulangan haji 2026 Debarkasi Surabaya: 7.581 jemaah dari 20 kloter tiba di Tanah Air. 2 jemaah asal Malang wafat, 3 lainnya dirawat di RS Arab Saudi.

Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional di Jember, Lansia Tangguh Indonesia Tumbuh

Pengalaman dan kebijaksanaan yang dimiliki para lansia merupakan fondasi penting dalam pembangunan bangsa.

Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Lakukan Pemilahan Sampah Dari Sumber

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026, Pemkab Tulungagung gelar deklarasi gerakan pemilahan dan pengolahan sampah dari sumber.