Selasa, 16 Jun 2026 16:09 WIB

Batik Sarimbit Jombang, Dipesan SBY Sejak Jabat Presiden hingga Sekarang

Proses pengerjaan batik sarimbit di Desa Jatipelem, Diwek, Jombang. (foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)
Proses pengerjaan batik sarimbit di Desa Jatipelem, Diwek, Jombang. (foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)

jatimnow.om - Tradisi berburu baju baru untuk Lebaran membuat sejumlah rumah produksi batik di Jombang ramai pesanan. Salah satunya produsen batik sarimbit asal Desa Jatipelem, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang.

Menariknya, Batik Sarimbit asal Jombang ini pernah dipesan Presiden RI keenam, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Demikian juga dengan putra sulungnya, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) juga memesan batik sarimbit karya rumah produksi batik Jatipelem.

Baca Juga: Menko AHY Tinjau PT PAL, Perkuat Industri Maritim dan Galangan Kapal Nasional

"Itu sudah lama beliau pesan, seingat saya sejak menjabat presiden periode kedua sudah memesan," kata Sutrisno, pemilik batik sarimbit, Rabu (19/4/2023).

Kisah SBY memesan batik buatannya saat melakukan kunjungan kerja ke Jombang. Kala itu Presiden RI keenam kelahiran Pacitan, Jawa Timur melihat produk UMKM sarung goyor di Kecamatan Gudo.

Pada saat itulah SBY diperkenalkan dengan Sutrisno, seorang pengusaha batik asal Diwek. Saat itu SBY mencermati presentasi Sutrisno yang memperkenalkan batik khas Jombang, yakni batik dengan ciri khas Wonosalam atau Ringin Contong.

Sutrisno menunjukkan ciri khas batik sarimbit buatannya. (foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)Sutrisno menunjukkan ciri khas batik sarimbit buatannya. (foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)

"Batik Jombang itu punya ciri khas warna, seperti hijau, merah, dan kuning. Warna-warna itu melambangkan ringin contong atau wonosalam," Sutrisno menambahkan.

Sejak mengerjakan pesanan dari pejabat negara itulah, namanya kian melambung. Terlebih ketika SBY mendorong agar batik dikenakan sebagai pakaian resmi membuat pesanannya kian melambung.

Bahkan hubungannya dengan keluarga SBY hingga saat ini tetap lestari. Sutrisno mengaku pesanannya dari SBY sudah ia kerjakan hingga sekarang.

Baca Juga: Besut Mudik ke Jombang, Mencari Roh Dialektika di Tanah Para Pemikir

Dalam penjelasan kepada jatimnow.com, Sutrisno mengaku order batik karyanya ramai pesanan selama bulan Ramadan. Bukan hanya dari pejabat, tapi juga masyarakat hingga pengusaha juga memesan batik buatannya.

"Berkah Ramadan, pesanan kami meningkat. Terutama untuk customer banyak yang memesan batik sarimbit untuk berlebaran," terang Sutrisno.

Tentu saja peningkatan produksi Ramadan tahun ini naik dua kali lipat dibanding hari biasa, atau menghasilkan 700 potong.

Motif awal membuat batik sarimbit Jombang. (foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)Motif awal membuat batik sarimbit Jombang. (foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)

Dijelaskan Sutrisno batik sarimbit lebih dikenal dengan batik pasangan, yang umumnya dikenakan suami-istri atau satu keluarga. Selain itu, batik sarimbit biasanya dikenakan kegiatan tertentu, misalnya resepsi pengantin, menghadiri wisuda, Lebaran dan kegiatan resmi lainnya.

Baca Juga: Potret Travesti Ludruk, Simbol Perlawanan yang Hadir di Pameran Foto Jombang

Sejak dipesan SBY, batik sarimbit karyanya mulai dilirik pemesan dari berbagai daerah. Itu sebabnya banderol batik buatannya sebesar Rp900 ribu untuk satu potong, sedangkan sarimbit paling murah mulai dari harga Rp1,8 juta.

Cukup banyak pesanan yang telah ia kerjakan. Satu karya paling istimewa dan paling jauh adalah pesanan batik sarimbit keluarga Susilo Bambang Yudhoyono.

"Itu pesanan yang harus dikerjakan dengan ketelitian tinggi. Bukan soal presiden yang memesan, tapi kepercayaan pelanggan yang kami jaga. Pesanan (SBY) paling berkesan, menurut saya," Sutrisno memungkasi

Berkah Ramadan yang ia rasakan adalah peningkatan omzet bila dibandingkan dengan hari biasa. Pada hari biasa, omzet yang ia dapat di kisaran Rp20 sampai Rp25 juta, sedangkan bulan Ramadan ini ia sanggup meraup pendapatan hingga Rp70 juta.

Editor : Rochman Arief
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.