Rabu, 17 Jun 2026 13:24 WIB

Ponorogo Kini Punya Pusat Oleh-oleh, Intip Produk dan Harganya Yuk!

Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko dan Ketua Tim Penggerak PKK Susilowato usai meresmikan Ndalem Oleh-oleh Gadung Melati (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)
Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko dan Ketua Tim Penggerak PKK Susilowato usai meresmikan Ndalem Oleh-oleh Gadung Melati (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)

jatimnow.com - Pusat oleh-oleh khas Ponorogo didirikan pemerintah kabupaten (pemkab) dan PKK setempat, dengan nama Ndalem Oleh-oleh Gadung Melati.

Peresmian dilakukan Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko beserta Ketua Tim Penggerak PKK Ponorogo Susilowati Sugiri Sancoko.

Baca Juga: Mahasiswa UNTAG Surabaya Bantu UMKM Mojo Urus Legalitas dan Go Digital

Ndalem Oleh-oleh Gadung Melati terletak di belakang panggung utama Alun-alun Ponorogo.

"Saya awalnya membangun Mall PKK Ndalem Oleh-oleh Gadung Melati ketika ditanya teman, saudara ketika berkunjung ke Ponorogo, di mana tempat oleh-oleh," ujar Ketua Tim Penggerak PKK Ponorogo, Susilowati Sugiri Sancoko, Minggu (16/4/2023).

Susilowati menerangkan, produk di Ndalem Oleh-oleh Gadung Melati diisi dari desa maupun kecamatan se Ponorogo.

"Produknya sudah ada legalitasnya, kemudian enak, packing bagus," beber dia.

Baca Juga: Kisah Pelaku UMKM Ring Satu Melejit Berkat Program Lontar Petrokimia Gresik

Selain makanan, di sini juga tersedia mainan hingga batik dan tas anyaman. Makanan keripik dibanderol tidak lebih dari Rp10 ribu.

Sementara Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko menjelaskan bahwa di Gadung Melati, batik khas Bumi Reog yang biasa dipakai untuk udeng atau blangkon warok, juga tersedia.

"Bahwa PKK menginisiasi membuat Mall PKK. Kemudian dibangunkan Ndalem Oleh-oleh Gadung Melati. Mudah-mudahkan ini sebagai jujugan karena tempatnya di Alun-alun Ponorogo," urainya.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

Dia berharap, ASN dari seluruh OPD memanfaatkan Ndalem Oleh-oleh Gadung Melati. Lantaran gedung ini merupakan milik PKK seluruh Ponorogo.

"Harapan untuk harga tidak mahal, harus terjangkau dan harus enak. Biar ramai," pungkasnya.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.