Rabu, 17 Jun 2026 21:23 WIB

Potret Kerukunan Antar-Perguruan Silat di Banyuwangi, Bagi Takjil dan Dongkrak Ekonomi

Pesilat dari berbagai latar perguruan membagikan menu buka puasa di Jalan Simpang Tiga, Desa Kebaman, Kecamatan Srono, Banyuwangi. (foto: Eko Purwanto/jatimnow.com)
Pesilat dari berbagai latar perguruan membagikan menu buka puasa di Jalan Simpang Tiga, Desa Kebaman, Kecamatan Srono, Banyuwangi. (foto: Eko Purwanto/jatimnow.com)

jatimnow.com - Perguruan silat di Jawa Timur kerap menjadi sorotan dalam beberapa tahun terakhir. Sebab kisruh antarperguruan kerap menimbulkan perselisihan dan tak jarang membawa korban.

Momen bulan Ramadan di Banyuwangi menjadi pembeda. Terdapat delapan perguruan silat kondang turun ke jalan. Kedelapan perguruan itu terlihat membagikan menu berbuka atau takjil di Jalan Simpang Tiga Srono, Kecamatan Srono.

Baca Juga: Mahasiswa UNTAG Surabaya Bantu UMKM Mojo Urus Legalitas dan Go Digital

Delapan perguruan itu terdiri atas Pagar Nusa, PSHW, PSHT, IKSPI Kera Sakti, Tapak Suci, Pamur, Persinas ASAD dan Persaudaraan Rasa Tunggal, terlihat membagikan takjil Sabtu (15/4/2023). Berdasar informasi, kedelapan perguruan itu merogoh kocek masing-masing untuk dibelikan konsumsi menu takjil.

"Kita kumpulkan iuran dari kantong pribadi. Setelah iuranya terkumpul, dibelikan takjil di para pedagang sekitar lokasi," ujar Koordinator Paguyuban Kampung Pesilat Srono, Rizki Alfian Restiawan.

Ia menambahkan bahwa kegiatan ini tidak sekadar merajut harmonisasi antarperguruan. Bagi takjil antarperguruan ini diharapkan menggenjot perekonomian, karena menu takjil berasal dari UMKM lokal.

Paguyuban Kampung Pesilat Srono ingin memberi kesan sosial bagi warga. (foto: Eko Purwanto/jatimnow.com)Paguyuban Kampung Pesilat Srono ingin memberi kesan sosial bagi warga. (foto: Eko Purwanto/jatimnow.com)

Di samping itu, kata Alfian, turut menyampaikan pesan kepada masyarakat bahwa pencak silat tidak melulu identik dengan bela diri, namun juga sosial kemasyarakatan.

"Kalau dulu mungkin pesilat dikenal sebagai sosok yang menakutkan. Kami berusaha hadir saat dibutuhkan masyarakat," ujarnya.

Baca Juga: Kisah Pelaku UMKM Ring Satu Melejit Berkat Program Lontar Petrokimia Gresik

Ditambahkan olehnya, bersama seluruh anggota di dalam Paguyuban Kampung Pesilat Srono, sepakat untuk membangun pencak silat cinta damai. Hal yang paling mendasar adalah menciptakan kerukunan, keguyuban, tanpa ada gesekan antaranggota perguruan silat.

Keberadaan sejumlah pesilat yang bagi-bagi takjil di tepi jalan itu sempat mengagetkan pengguna jalan.

Tak sedikit warga yang mengira anggota pesilat dari berbagai latar belakang perguruan itu akan adu kekuatan. Namun ketika mendekat sejumlah pesilat menenteng menu takjil, kemudian membagikan kepada pengguna jalan.

Terdapa delapan perguruan silat membagikan takjil bersama di Kecematan Srono, Banyuwangi. (foto: Eko Purwanto/jatimnow.com)Terdapa delapan perguruan silat membagikan takjil bersama di Kecematan Srono, Banyuwangi. (foto: Eko Purwanto/jatimnow.com)

Baca Juga: Kota Kediri Deklarasikan Aman Suro 2026, 900 Personel Disiagakan

"Sempat kaget. Saya kira mau ada apa (adu kekuatan), ternyata bawa takjil. Mendekatlah saya biar kebagian," ungkap Prianto (30), pengguna jalan yang melintas saat ditanya jatimnow.com.

Rasa kaget juga menghinggapi Rianti (23) pengguna jalan lain. Sempa dikiranya para pesilat itu akan atraksi di pinggir jalan. Perasaannya sama dengan Rianto yang menduga akan ada tawuran antaranggota perguruan silat.

Sebagai informasi, Paguyuban Kampung Pesilat Srono merupakan wadah perkumpulan untuk perguruan silat di Kecamatan Srono, Banyuwangi.

Dalam paguyuban itu terdapat delapan anggota perguruan silat. Mereka dibina Forum Pimpinan Kecamatan, yang terdiri atas kapolsek, danramil dan Camat Srono.

Editor : Rochman Arief
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.