Kamis, 18 Jun 2026 08:51 WIB

Angkutan Logistik Dilarang Beroperasi Selama Mudik Lebaran 2023, Organda Tanjung Perak Keberatan

Ketua Organda Khusus Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Kody Lamahayu Fredy (Foto: Rama Indra/jatimnow.com)
Ketua Organda Khusus Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Kody Lamahayu Fredy (Foto: Rama Indra/jatimnow.com)

jatimnow.com - Organisasi Angkutan Darat (Organda) Khusus Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya keberatan dengan dilarangnya operasional angkutan barang atau logistik selama arus mudik dan bali lebaran 2023.

Aturan yang tertuang dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri (Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Kepala Korps Lantas Polri, serta Direktur Jenderal Bina Marga) tersebut, dinilai rentan menimbulkan masalah pada sektor ekspor impor.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Ketua Organda Khusus Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Kody Lamahayu Fredy menyampaikan keberatannya tersebut. Menurutnya, dalam SKB itu tidak mengatur masalah ekspor dan impor. Sebab yang menjadi sorotan, hanya aturan mudik.

"Angkutan logistik dilarang beroperasi, maka akibatnya ada penumpukan ekspor dan impor di pelabuhan," ungkap Kody ditemui di Kantor Organda Tanjung Perak, Surabaya, Rabu (12/4/2023).

Menurut Kody, sebaiknya pemerintah turut mempertimbangkan kembali bahwa mudik hanya akan terjadi di Indonesia, dan di negara lain tidak ada mudik.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

"Mereka, negara lain tentu tetap impor barang ke negara kita, penumpukan pun terjadi. Serta dari kebijakan tersebut, pelaku logistik negara kita akan merasa dirugikan, mulai dari importirnya dirugikan, pabrik dirugikan, serta angkutan juga dirugikan," paparnya.

Kody menjelaskan, apabila dari 7 sampai 8 hari saat mudik angkutan angkutan ini tetap dilarang, maka akan terjadi penumpukan berjuta juta ton muatan di pelabuhan.

Sementara soal armada, dia menyebut bahwa di Surabaya ada 8 sampai 10 ribu unit. Sedangkan di Jawa Timur ada 70 ribu unit. Apabila SKB tetap dilanjut, maka semua akan terhambat.

Baca Juga: Terminal Kijing Mempawah Mulai Operasikan Layanan Petikemas

"Baru pada Tahun 2023 ini saja, kebijakan SKB sedemikian diterapkan. Kalau bicara kerugian tentu yang lebih tahu jelas adalah Menteri Perindustrian, berapa kerugiannya. Karena ini menyangkut barang impor ekspor Indonesia," tambahnya.

Untuk informasi, sejauh ini upaya yang sudah dilakukan Organda Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya adalah mendesak pemerintah melalui Dinas Perhubungan Provinsi Jatim, agar angkutan logistik diperbolehkan beroperasi saat arus mudik dan balik lebaran 2023.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.