Sabtu, 20 Jun 2026 23:40 WIB

1 Orang dan Puluhan Ternak Mati Misterius di Blora, Hirup Gas Kawah Oro-oro Kesongo?

Tangkap layar video amatir warga saat kawah Oro-oro Kesongo di Desa Gabusan, Kecamatan Jati, Kabupaten Blora meletus.
Tangkap layar video amatir warga saat kawah Oro-oro Kesongo di Desa Gabusan, Kecamatan Jati, Kabupaten Blora meletus.

jatimnow.com - Satu orang meninggal dunia dan puluhan hewan ternak mati setelah menghirup gas beracun yang bersumber dari Kawah Oro-oro Kesongo yang berada di Desa Gabusan, Kecamatan Jati, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.

Korban meninggal diketahui bernama Warino (26) warga setempat. Informasi yang dihimpun saat kejadian korban berada di sekitar lokasi Kawah Oro-oro Kesongo tengah menggembala ternak. Korban tiba-tiba terjatuh tak sadarkan diri setelah menghirup gas beracun.

Baca Juga: Kecelakaan di Tulungagung, Satu Penumpang Motor Tewas

Kepala Desa (Kades) Gabusan, Kecamatan Jati, Parsidi mengungkapkan bahwa satu orang meninggal diduga karena terkena efek gas beracun.

"Iya mas (satu orang meninggal dunia). Karena menghirup ion (racun) dari letusan Oro-oro Kesongo. saat itu dia (korban) lagi angon kebo (menggembala kerbau)," ujar Parsidi, Rabu (12/04/2023).

Atas kejadian tersebut, Parsidi menghimbau kepada warga untuk tidak mendekati lokasi semburan Kawah Oro-oro Kesongo.

Petugas dari Polsek Jati saat meninjau ternak warga yang mati. (Foto: Polsek Jati for jatimnow.com)Petugas dari Polsek Jati saat meninjau ternak warga yang mati. (Foto: Polsek Jati for jatimnow.com)

Baca Juga: Data Korban Tabrakan Mobil Rombongan Umroh Vs Bus di Duduksampeyan Gresik

"Warga saya suruh hati-hati, jangan ke Kesongo dulu kalau habis meletus," pungkasnya.

Warga lain Bambang, menambahkan letusan di kawasan Kawah Oro-oro Kesongo sudah biasa terjadi. Selain itu, bau gas belerang sudah tercium sejak lama.

"Saat ini, semburan lumpur tersebut telah mereda atau berhenti. Namun belum dapat dipastikan," bebernya.

Baca Juga: Kecelakaan Maut di Duduksampeyan Gresik, 7 Orang Tewas

Sementara itu, beberapa hewan ternak warga disekitar lokasi juga mati mendadak, diduga juga karena menghirup udara bercampur gas beracun dari Kawah.

Menurutnya, letusan air bercampur lumpur tersebut mulai terjadi Selasa (11/4/2023) pukul 17.15 WIB hingga Rabu (12/4/2023) pukul 04.00 WIB. Dalam kurun waktu tersebut, setidaknya terjadi 12 kali letusan dengan ketinggian semburan sekitar 8 meter.

"Beberapa ayam warga tiba-tiba mati, kemungkinan juga karena gas tersebut," pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.