Jumat, 19 Jun 2026 07:45 WIB

Ibu dan Bayi Ditahan karena Tak Kuat Bayar Persalinan, Bupati Ponorogo Turun Tangan

Kang Giri saat menemui bayi dan ibu yang ditahan karena belum melunasi biaya persalinan. (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)
Kang Giri saat menemui bayi dan ibu yang ditahan karena belum melunasi biaya persalinan. (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)

jatimnow.com - Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko mendatangi RS Muslimat Ponorogo, Minggu (9/4/2023). Tujuannya adalah memastikan kabar tentang ibu dan bayi ditahan karena tak kuat membayar biaya persalinan.

Sugiri Sancoko langsung menemui pihak administrasi RS Muslimat. Orang nomor satu di Ponorogo ini menanyakan jumlah kekurangan biaya. Ia menebus semua kekurangan biaya persalinan Siti Chotijah yang merupakan warga Kota Madiun ini.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

"Secara administrasi keluarga Siti Chotijah memang warga Kota Madiun. Tapi ini kemanusiaan,” ujar Bupati Ponorogo yang akrab disapa Kang Giri, Minggu (9/3/2023).

Dia menjelaskan, mengetahui kasus ini karena viral di media sosial. Kang Giri merasa terlalu lama di RS, juga tidak terlalu baik untuk ibu dan bayi.

Kang Giri juga tidak menyalahkan pihak RS Muslimat Ponorogo. Dia paham betul bagaimana prosedur yang ada di RS Muslimat Ponorogo

“Karena belum ada pelunasan barangkali iya prosedurnya begitu jgn sampai saling menyalahkan ini kan tidak forum mencari kambing hitam atau kesalahan siapapun,” katanya.

Sementara Kasie Humas RS Muslimat Ponorogo, Tumardie bahwa rincian biayanya sebesar Rp8,1 juta. Biaya itu karena yang ibu harus melahirkan melalui operasi caesar.

“Yang bersangkutan (Kuswoyo) telah membayar Rp3 juta. Kemudian RS Muslimat telah memberikan ke ringan Rp1 juta dan dari organisasi NU Rp400 ribu. Lainnya diberi bantuan Bupati Sugiri,” bebernya.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

D isisi lain ayah bayi Kuswoyo mengaku sangat lega. Pasalnya istri dan bayinya sudah diperbolehkan pulang karena bantuan dari Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko.

“Yang jelas saya berterimakasih. Alhamdulillah dibantu oleh Kang Giri (Sugiri Sancoko). Terimakasih banget,” pungkasnya.

Sebelumnya, ibu dan bayi asal Kota Madiun ini viral di media sosial. Unggahan itu ditulis akun bernama Raja Tega yang menggemparkan jagat maya Ponorogo, baik grup Facebook maupun WhatsApp.

Dalam unggahannya, ia menulis 'Mohon bantuan e lur. Sing iso nulung nebus ne bayi ng rs Muslimat Iki sak ibu ne ketahan ng rs muslimat mergo gak duwe biaya. Kronologi caesar gak duwe Bpjs lahiran operasi. Lur tulung kulo. 083896096xxx.

Baca Juga: Jelang Ramadan Harga Bapokting di Ponorogo Terpantau Stabil

Hasil penelusuran yang dilakukan jatimnow.com di RS Muslimat Ponorogo, bertemu langsung dengan pemilik akun Raja Tega. Pemilik akun tersebut bernama Kuswoyo (37), warga Kota Madiun yang sengaja menulis unggahan itu.

Anak keduanya lahir secara caesar di RS Muslimat Ponorogo pada (6/4/2023) lalu. Tetapi hingga sekarang belum boleh pulang karena pembayaran biaya persalinan belum lunas.

Akan tetapi, kondisi bayi sungsang dan memaksa bidan merujuk ke RS Muslimat Ponorogo. Kuswoyo tidak memiliki pilihan lain, selain operasi caesar. Masalah timbul ketika akan keluar, harus membayar Rp8,1 juta padahal dia hanya mempunyai uang Rp3 juta.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.