Senin, 15 Jun 2026 17:56 WIB

Elektabilitas Anies Disebut Bisa Terdongkrak Bila Perpasangan dengan Dua Nama ini

Anies Baswedan saat berada di Madura (Foto: Dok. jatimnow.com)
Anies Baswedan saat berada di Madura (Foto: Dok. jatimnow.com)

jatimnow.com - Dua nama disebut-sebut bisa mendongkrak elektabilitas Anies Baswedan agar bisa menang dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

Dua nama itu adalah Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

Baca Juga: Dosen Ilmu Politik Unesa Soroti Konsolidasi Kekuasaan-Strategi Geopolitik Nasional

Hal itu disampaikan Direktur Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) Prof Saiful Mujani dalam program "Bedah Politik Bersama Saiful Mujani Episode: Mengangkat Anies: AHY atau Khofifah?" pada Kamis (6/4/2023).

"Jika Khofifah dipasangkan dengan Anies, punya probabilitas secara signifikan untuk menaikkan suara Anies. Demikian pula AHY, jika dipasangkan dengan Anies, suara Anies punya peluang untuk naik secara signifikan," ujar Prof Mujani dalam siaran resminya.

Dia menyebut bahwa AHY memiliki kelebihan untuk menaikkan elektabilitas Anies ketika harus berhadapan dengan Ganjar Pranowo dan pasangannya.

Baca Juga: Jejak Literasi ke Aksi, Refleksi Kepemimpinan Perempuan Dini Rahmania

Dalam skema survei SMRC, ada beberapa cawapres yang dipasangkan dengan Anies di Pilpres 2024. Dari simulasi itu, AHY sangat berpeluang karena mendongkrak suara pasangan tersebut dengan elektabilitas 47 persen.

"Jika berpasangan dengan AHY, suara Anies menjadi 47 persen dan Ganjar 42 persen," jelasnya.

Selain AHY, tokoh lain yang bisa mengisi suara Anies adalah Khofifah. Lantaran keduanya memiliki basis yang sama-sama kuat di Jawa Timur.

Baca Juga: Khofifah Lepas Kloter Pertama Jemaah Haji Embarkasi Surabaya 2026

Bedanya, secara signifikan Khofifah kuat di basis santri NU yang ada di wilayah Tapal Kuda. Sebaliknya, AHY yang merupakan anak SBY, memiliki basis di wilayah Mataraman.

"SBY adalah orang Pacitan dan punya basis yang sangat kuat di wilayah tersebut. Kemenangan Demokrat pada Pileg 2009 sekitar 20 persen dan mengalahkan PDIP adalah karena dukungan yang sangat kuat dari Jawa Timur. Jawa Timur adalah lumbung suara Demokrat ketika itu," tambahnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.