Senin, 15 Jun 2026 22:20 WIB

Tebing di Sungai Bengawan Solo Bojonegoro Longsor, Rumah Warga Terancam Amblas

Petugas BPBD Bojonegoro saat mengecek tebing longsor di Sungai Bengawan Solo (Foto: Afif for jatimnow.com)
Petugas BPBD Bojonegoro saat mengecek tebing longsor di Sungai Bengawan Solo (Foto: Afif for jatimnow.com)

jatimnow.com - Tebing setinggi 10 meter di bantaran Sungai Bengawan Solo di Kelurahan Ledok Kulon Kecamatan/Kota Bojonegoro longsor, mengancam rumah warga yang berada di sana.

Data yang dihimpun, terdapat tiga rumah warga yang terancam amblas, tepatnya di RT 05 RW 02 Kelurahan Ledok Kulon.

Baca Juga: Perkuat Pasokan Gas Nasional, PGN SOR III Kunjungi JTB Bojonegoro

Salah satu pemilik rumah, Karsono (64) mengungkapkan bahwa peristiwa longsorannya tebing di samping rumahnya tersebut sudah berlangsung sejak sepekan lalu.

Menurutnya, pekarangan rumahnya dengan bibir sungai berjarak 5 meter. Dan akibat longsor itu, kini hanya berjarak 1 meter.

"Awalnya jauh dari sungai, sekitar 5 meteran, terus longsor sekarang tinggal 1 meter dengan Bengawan Solo," ungkap Karsono, Senin (3/4/2023).

Baca Juga: Akses Jalan Utama Trenggalek-Ponorogo Mulai Dibuka Dengan Sistem Buka Tutup

Merespon hal tersebut, Kepala BPBD Bojonegoro Adrian Orianto menyebut bahwa pihaknya langsung menerjunkan personel untuk melakukan assessment di lokasi.

Tercatat tanggul yang longsor itu sepanjang 45 meter, tinggi 10 meter dan jarak rumah warga dengan longsoran hanya 1 meter.

Baca Juga: Material Batu Longsor, Jalan Utama Trenggalek-Ponorogo Kembali Ditutup

Menurutnya, penyebab longsornya tebing Sungai Bengawan Solo itu terjadi akibat debit air naik dengan status siaga merah pada Jumat (3/3/2023) lalu. Kemudian terjadi longsor susulan pada Minggu (5/3/2023). Peristiwa itu juga sudah ditindaklanjuti pemdes setempat.

"Untuk saat ini rumah masih ditempati pemilik rumah, dan pihak Pemerintah Kelurahan Ledok kulon sudah mengirim surat laporan kejadian kepada PPK OP SDA IV BBWS Bengawan Solo," pungkasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.