Rabu, 17 Jun 2026 22:00 WIB

Disebut Ada Kepentingan Politik di Balik Pencoretan Indonesia dari Host Piala Dunia U-20

President Football For Peace Interfaith Indonesia, Zahrul Azhar Asumta (Foto: Rofiq for jatimnow.com)
President Football For Peace Interfaith Indonesia, Zahrul Azhar Asumta (Foto: Rofiq for jatimnow.com)

jatimnow.com - Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) mencoret Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 yang seharusnya digelar 20 Mei dan 11 Juni 2023.

FIFA memang tidak mengungkap detail alasannya dan hanya menyebut Indonesia gagal karena "situasi yang terjadi saat ini". Sementara Ketua Umum PSSI, Erick Thohir mengungkap penyebab utama dicoretnya Indonesia, karena FIFA telah melihat adanya intervensi dari sejumlah pihak.

Baca Juga: Dosen Ilmu Politik Unesa Soroti Konsolidasi Kekuasaan-Strategi Geopolitik Nasional

Melihat gagalnya Indonesia menggelar Piala Dunia U-20, President Football For Peace Interfaith Indonesia, Zahrul Azhar Asumta menyebut bahwa ada permainan politik di dalamnya, lebih-lebih permainan politik identitas.

"Ini menjadi pelajaran bagi kita semuanya, agar janganlah bermain-main dengan politik identitas dan janganlah semuanya diukur untuk kepentingan politik," ujar Gus Hans-sapaan Zahrul Azhar, Sabtu (1/4/2023).

"Sehingga permasalahan yang mestinya hanya berkaitan dengan kisruh di dalam partai, keinginan orang per orang, berdampak pada cita-cita atau kepentingan strategis yang diharapkan semua orang," tambah dia.

Baca Juga: Valentina Imelda, Motor Serangan Tim Bola Putra Kancil Mas di Dandim Cup Kediri U12

Dia menambahkan, hanya karena ulah politisi yang ingin menndapatkan jabatan dan keuntungan partainnya, justru berdampak pada gagalnya Indonesia, terutama para atlet untuk bisa eksis dalam membanggakan nama bangsa di kancah internasional.

Dirinya mengaku kasihan dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan masyarakat Indonesia yang sudah bekerja keras mengupayakan agar event dunia itu bisa berjalan baik.

Baca Juga: Menyoal Konsistensi Komunikasi Publlik Pejabat Negara

"Ternyata tidak mudah mencari suksesor Pak Jokowi. Sosok yang selama ini digadang-gadang seakan bisa membaca, sepemikiran, seide dengan Pak jokowi ternyata masih belum bisa," ungkapnya.

"Ini pasti membuat kecewa banyak orang yang telah mempertaruhkan dan memberikan harapan kepada seseorang, yang mungkin diharapkan bisa meneruskan langkah dan cita-cita serta model kepemimpinan ala Pak Jokowi," tandasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.