Selasa, 16 Jun 2026 19:29 WIB

Asal-usul Sumur Giling Sendang Duwur Lamongan, Diawali Jatuhnya Cahaya Langit

Kondisi Sumur Giling Sendang Duwur di Lamongan. Foto : Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)
Kondisi Sumur Giling Sendang Duwur di Lamongan. Foto : Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)

jatimnow.com - Sunan Sendang Duwur atau Raden Noer Rohmad sejauh ini cukup lekat sebagai penyebar ajaran Islam di pulau Jawa, utamanya pantai utara. Beliau dikisahkan sebagai tokoh berpengaruh dalam penyebaran ajaran Islam.

Pantas jika peninggalannya mempunyai nilai sejarah yang besar. Salah satunya adalah Sumur Giling yang berada di luar kompleks pemakaman Sunan Sendang Duwur, Desa Sendang Duwur, Kecamatan Paciran, Lamongan.

Baca Juga: Dorong Produktivitas, Petani Lamongan Terima Bantuan Alat dan Mesin Pertanian

Letaknya berada di sisi timur Masjid Tiban, yang juga menjadi salah satu peninggalan ikonik Raden Noer Rohmad.

Ajaibnya, meski berada di dataran tinggi dan tanah berkapur, sumur tersebut masih berfungsi dan tak pernah kering sampai sekarang.

Asal muasal sumur tersebut penuh kisah menarik. Dikisahkan jika Raden Noer Rohmad memindahkan masjid dari Mantingan, Jepara ke atas Bukit Dusun Amin Tunon yang sekarang menjadi Desa Sendang Duwur dalam waktu semalam.

"Setelah masjid dipindah ke sini, pastinya butuh sumber air untuk berwudhu dan bersuci. Karena di sekitar sini sulit ditemukan sumber air, kemudian Mbah Sunan Sendang bermunajat kepada Allah," ungkap keturunan ke-13 Sunan Sendang Duwur, Irvan, Sabtu (1/4/2023).

Sendang Duwur masih mempertahankan keaslian struktur bangunan dan belum pernah direnovasi. (foto: Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)Sendang Duwur masih mempertahankan keaslian struktur bangunan dan belum pernah direnovasi. (foto: Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)

Baca Juga: Venue Kejurprov X Biliar Jatim di Lamongan Dipindah, Ini Alasannya

Seusai bermunajat itu, lanjut Irvan, Sunan Sendang kemudian diberi petunjuk langsung melalui kilauan sinar terang yang jatuh tepat di sebelah timur Masjid Tiban.

"Sinar jatuh dari langit tepat di sisi timur masjid. Selanjutnya Mbah Sunan Sendang melihat sinar yang jatuh. Kebetulan sinar yang jatuh itu menembus tanah dan berasap," lanjutnya.

Dari sinar yang diyakini sebagai petunjuk adanya sumber air, letak jatuhnya cahaya tersebut digali dan mengeluarkan sumber air.

Baca Juga: Diminati Karena Kualitas, Selada Hidroponik Lapas Lamongan Suplai Dapur MBG

"Sumur tersebut sampai sekarang masih dipakai, dan dipertahankan bentuk aslinya," ujarnya.

Lebih lanjut, Irvan menyampikan penamaan Giling dalam sumur tersebut diambil dari cara pengambilan air yang menggunakan alat menyerupai penggilingan padi kuno yang dikaitkan dengan tali dan ember.

"Tidak banyak yang diubah dan direnovasi, kami mempertahankan orisinalitasnya," pungkasnya.

Editor : Rochman Arief
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.