Selasa, 16 Jun 2026 16:53 WIB

Santriwati Banyuwangi Tinggalkan Ponpes, Alasannya Galau

Santriwati yang dilaporkan meninggalkan Pondok Pesantren Darul Anwar, Banyuwangi. (foto: Apandi for jatimnow.com)
Santriwati yang dilaporkan meninggalkan Pondok Pesantren Darul Anwar, Banyuwangi. (foto: Apandi for jatimnow.com)

jatimnow.com - Jagat media sosial Banyuwangi sempat digemparkan dengan penemuan seorang anak perempuan berkerudung di pos kamling, Dusun Wijenan Kidul, Desa Singolatren, Kecamatan Singojuruh. Perempuan itu terlihat menangis dan linglung serta tubuh gemetaran saat dijumpai warga.

Ketika ditanya, anak perempuan itu tak bergeming sedikitpun. Sejumlah pertanyaan seperti alamat ataupun identitas, tak ada yang dijawab.

Baca Juga: Jargas PGN Pasok Energi untuk 15 Ribu Santri Pesantren Dalwa

"Saat ditanya (warga) tidak mau menjawab, tangannya kedinginan dan gemetar seperti ketakutan. Sektiar satu jam kita coba gali informasi pribadinya tapi tak dijawab," ujar Kepala Desa Singolatren, Apandi kepada jatimnow, Senin (27/3/2023).

Setelah menyebar informasi, lanjut Apandi, baru diketahui identitas anak perempuan itu berinisial VT (14). Ia tercatat sebagai santriwati Pondok Pesantren Darul Anwar, Desa Padang, Kecamatan Singojuruh.

"Setelah kita kontak dengan pihak pondok, ternyata benar. Ia merupakan salah satu santriwati Ponpes Darul Anwar," ujarnya.

Apandi mencoba menanyakan alasan di balik kaburnya VT dari pondok pesantren. Hingga diperoleh informasi adanya dugaan perundungan yang dialami korban.

"Anak ini bisa kabur karena ada ancaman dari para seniornya. Latar belakangnya dugaan korban dituding mencuri cas HP milik santriwati lain," jelasnya.

Lokasi penemuan santriwati oleh warga Dusun Wijenan Kidul, Desa Singolatren, Kecamatan Singojuruh. (foto: Eko Purwanto/jatimnow.com)Lokasi penemuan santriwati oleh warga Dusun Wijenan Kidul, Desa Singolatren, Kecamatan Singojuruh. (foto: Eko Purwanto/jatimnow.com)

Baca Juga: ASN Kota Probolinggo Ditantang Manfaatkan Medsos untuk Promosi Daerah

Apandi menyatakan, pihaknya sampai meminta tolong kepala desa asal santriwati itu untuk membujuknya, agar mau kembali ke pondok. Awalnya remaja tersebut Sempat menolak kembali, meski akhirnya santriwati itu bersedia kembali ke pondok pesantren.

"Kebetulan anak ini yatim piatu, jadi kami meminta tolong wali (saudara) dan Kepala Desa Benelan Kidul, untuk membujuk dan mengantarkanya kembali ke pondok. Alhamdulillah ia bersedia," terangnya.

Terpisah, Pimpinan Pondok Pesantren Darul Anwar, KH Toha Anwar membenarkan peristiwa yang dialami salah satu santriwatinya. Menurutnya, ada kesalahpahaman yang membuatnya meninggalkan pondok.

"Hanya kesalahpahaman antara dia dengan santriwati lain, dan dia gak cerita ke saya," ujarnya.

Baca Juga: Santriwati Asal Kediri Hilang Terseret Ombak di di Pantai Pangi Blitar

KH Toha mengakui santrinya meninggalkan pondok tak berlangsung lama, sebelum ditemukan warga di sebuah pos kamling. Hal yang membuatnya khawatir lantaran santriwatinya tidak menceritakan permasalahan yang dihadapi.

Ia juga menyayangkan isu yang menyebutkan bahwa santriwatinya dikatakan menghilang oleh sejumlah pihak. Kepergiannya seolah-olah ada narasi buruk yang membuat nama pondok pesantrennya tercemar.

"Saya sempat kaget, kenapa ada narasi yang menyatakan santriwati saya hilang. Bahasa seperti itu terkesan ponpes menelantarkan santri," tandasnya.

Editor : Rochman Arief
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.