Sabtu, 13 Jun 2026 07:55 WIB

8 SD Negeri di Ponorogo Bakal Digabung, DPRD Gelar Hearing Cari Solusi Terbaik

Komisi D DPRD Ponorogo menggelar hearing soal rencana penggabungan 8 SD negeri (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)
Komisi D DPRD Ponorogo menggelar hearing soal rencana penggabungan 8 SD negeri (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)

jatimnow.com - DPRD Ponorogo menggelar rapat dengar pendapat (hearing) atas rencana penggabungan 8 Sekolah Dasar Negeri (SDN) Tahun Pelajaran 2023/2024.

Komisi D DPRD Ponorogo menggelar hearing, Senin (27/3/2023). Hearing melibatkan Dinas Pendidikan (Dindik), 8 Kepala SDN dan Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM).

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

Ketua Komisi D DPRD Ponorogo, Pamuji mengatakan, hearing digelar karena banyak aduan kepala desa, kepala sekolah, tokoh masyarakat, bahwa ada beberapa SD negeri yang akan digabung.

"Perihal regrouping (penggabungan) sudah dibicarakan dua tahun lalu. Dari data yang ada, bahwa 72 sekolah siswanya secara global berjumlah di bawah 40 orang," ujar Pamuji usai hearing.

Pamuji mencontohkan, dari SD negeri yang akan digabung, bahkan tidak ada satu pun siswa yang duduk di kelas 6. Sehingga jumlah keseluruhan siswanya hanya 22 siswa. Hal itu terjadi di SDN 1 Ngumpul Balong.

"Kami sudah mengingatkan dua tahun lalu untuk memacu agar siswanya banyak. Rupanya, tetap gagal dan akan diregrouping tahun ajaran 2023/2024 ini," papar dia.

Menurut Pamuji, dari 72 SDN yang kekurangan siswa, akan direalisasikan 8 SDN yang diregrouping. Selain minim siswa, prestasinya juga kurang. Salah satu pemicunya adalah orangtua mencari sekolah-sekolah yang dianggap prestasinya bagus.

"Saat ini banyak kades (kepala desa) yang tidak mau bila SD negeri di wilayahnya ditutup, dan siswa dipindahkan ke luar desa yang jaraknya lumayan jauh," jelasnya.

Baca Juga: Jelang Ramadan Harga Bapokting di Ponorogo Terpantau Stabil

Hal itulah yang juga menjadi pembahasan dalam hearing, agar menjadi perhatian dindik dalam melakukan regrouping. Sehingga siswa tidak sampai bersekolah keluar wilayahnya.

Sementara Kepala Dindik Ponorogo, Nurhadi Hanuri mengaku senang mendapat masukan dari Komisi D DPRD Ponorogo. Hal itu menjadi pelecut bagi seluruh guru dan masyarakat untuk lebih peduli terhadap keberlangsungan sekolah.

"Kami terpaksa melakukan regrouping sekolah, lantaran jumlah siswa yang ada tidak sebanding dengan tenaga pendidik," terang Nurhadi.

Dia menanggapi positif, di mana agar guru dan masyarakat lebih peduli terhadap dunia pendidikan. Tetapi regrouping ini sudah lama dibicarakan.

Baca Juga: Gelar Sunmori, Ketua PW IKA PMII Jatim Satukan Kader 11 Daerah di Telaga Ngebel

"Kami mempercayakan kepada kepsek bagaimana berinovasi agar sekolah ini bangkit lagi. Namun kenyataannya sama saja," bebernya.

Apalagi 72 SD negeri itu sulit untuk melakukan pengembangan sekolah.

Nurhadi menambahkan, kendati tetap akan melakukan regrouping 8 SD negeri tahun ini, tapi pihaknya telah menggagas agar guru nantinya diambil dari mereka yang berdomisili dekat dengan sekolah. Sehingga bisa maksimal dalam menjaring calon siswa.

"Sudah kita bahas, dan kita lakukan bertahap bersama BKPSDM," pungkasnya.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.