Rabu, 17 Jun 2026 02:52 WIB

Kapolres dan Bupati Ponorogo Sidak Harga Barang di Pasar Legi, Ini Hasilnya

Polres dan Pemkab Ponorogo saat sidak harga barang di Pasar Legi. (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)
Polres dan Pemkab Ponorogo saat sidak harga barang di Pasar Legi. (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)

jatimnow.com - Tim gabungan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo dan Polres Ponorogo melakukan monitoring atau sidak harga barang di Pasar Legi Ponorogo, Jumat (24/3/2023).

Tidak hanya anggota maupun pegawainya, Kapolres Ponorogo AKBP Catur Cahyono Wibowo dan Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko turun langsung ke pasar terbesar di Bumi Reog ini. Mereka masuk melalui pintu sebelah selatan.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

Ketika masuk, mereka bertanya kepada penjual bumbu dapur seperti cabai, bawang merah dan lain-lain. Penjual bumbu dapur ini menyebutkan harga sudah mulai stabil.

Tidak berhenti di situ, tim gabungan juga mencoba ke lapak komoditas hasil peternakan. Seperti daging sapi, daging ayam. Setali tiga uang dengan bumbu dapur, harganya juga stabil.

Kapolres Ponorogo AKBP Catur Cahyono Wibowo hasilnya adalah semua barang stok aman dengan harga stabil. Bahkan sudah ada penurunan dibanding jelang Ramadan.

“Semua stok sayur, bumbu dapur, daging sapi, ayam masih aman. Harga bahkan cenderung turun kok. Satgas pangan juga kami stanby kan,” ujar AKBP Catur, setelah melakukan sidak.

Baca Juga: Satreskrim Polres Ponorogo Ungkap kasus Curanmor, Dua Warga Brebes Ditangkap

Sementara Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko mengaku telah mengecek semua. Bahkan 3 hari sebelum puasa Ramadhan, dia sudah sidak secara mandiri.

“3 hari sebelum puasa sudah keluyuran (sidak pasar) sampai pasar di kecamatan saya cek, everything is okay,” ujar Kang Giri, sapaan akrab Sugiri Sancoko.

Dia menyebutkan tidak perlu ada yang dirisaukan. Minyak goreng masih ada, harganya tidak melonjak. Cabai sempat naik, sekarang sudah turun kembali.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

“Artinya ya sudah bergeser turun di Rp1000 - Rp2000 bahkan lebih awal menjelang puasa. Pasar oke, tidak ada yang berarti, tidak ada gejolak yang membuat kita gelisah, semuanya tenang,” tegasnya.

Salah satu pedagang bumbu dapur Suprihatin mengatakan bahwa harga cenderung turun. Seperti cabai rawit sebelumnya Rp80 ribu per kilogram sekarang Rp68 ribu per kilogram.

“Semua turun, karena memang sudah tidak ada hajatan. Ini kan puasa, hanya orang masak untuk pribadi dan keluarga saja,” pungkas Suprihatin.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.