Sabtu, 20 Jun 2026 17:46 WIB

Pria lulusan SMP di Trenggalek Ciptakan Mesin Pembuat Alen-alen

Mesin yang digunakan untuk membuat alen-alen. (Foto-foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Mesin yang digunakan untuk membuat alen-alen. (Foto-foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Edy Susanto (41) warga Desa Karangrejo, Kecamatan Kampak, Trenggalek berhasil menciptakan inovasi mesin pengaduk dan pemotong jajanan alen-alen.

Mesin tersebut menjadi solusi para produsen alen-alen agar dapat meningkatkan jumlah produksinya hingga dua kali lipat.

Baca Juga: Bank Jatim Salurkan CSR ke Trenggalek Berupa Floor Projector Highlight

Pria lulusan SMP ini awalnya mendapat pesanan dari konsumen untuk membuat mesih pemotong dan pengaduk untuk jajanan alen-alen. Mereka lalu mendiskusikan desian dari mesin tersebut.

Setelah sepakat Edy lalu merakit mesin yang menghabiskan dana hingga RP30 juta.
"Pembuatan mesin ini bertujuan untuk meningkatkan produksi alen-alen di Trenggalek. Kalau untuk membuat mesin tersebut, membutuhkan waktu sekitar 40 hari," ujarnya, Jumat (24/3/2023).

Tak hanya memotong dan mengaduk adonan, mesin ini juga dapat membantu proses penggorengan jajanan alen-alen.

Baca Juga: JLS di Tulungagung Telah Rampung Pembangunannya, Tiga Kabupaten Sudah Terhubung

Mesin ini mendapatkan peringkat satu dalam lomba inovasi teknologi tingkat Jawa Timur.
"Mesin ini baru pertama kali saya buat. Tak hanya memotong dan mengaduk, tetapi juga dapat memermudah proses penggorengan alen-alen," terangnya.

Salah seorang produsen alen-alen, Santoso, mengaku proses pembuatan alen alen menjadi lebih mudah dengan menggunakan mesin ini. Dengan alat manual mereka hanya bisa memproduksi hingga 150 Kg setiap hari, dengan alat ini jumlah produksi bisa meningkat menjadi 170 Kg dalam waktu lima jam.

Baca Juga: Ujian Kelulusan Unik, Siswa SMP Labschool Unesa 3 Pamerkan Karya Inovatif

"Kalau dengan alat manual saya hanya bisa memproduksi 150 Kg, tapi kalau menggunakan mesin ini dapar memproduksi 170 kg hanya dengan waktu lima jam," tegasnya.

 

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.