Minggu, 14 Jun 2026 21:56 WIB

Prof Dedid Dikukuhkan jadi Guru Besar PENS Departemen Teknik Eletro

Prof. Dr. Ir. Dedid Cahya Happyanto, M.T. saat pengukuhan sebagai guru besar bidang ilmu Intelligent Control & Electric Vehicle. (Foto: Humas PENS for jatimnow.com)
Prof. Dr. Ir. Dedid Cahya Happyanto, M.T. saat pengukuhan sebagai guru besar bidang ilmu Intelligent Control & Electric Vehicle. (Foto: Humas PENS for jatimnow.com)

jatimnow.com - Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) mengukuhkan Prof. Dr. Ir. Dedid Cahya Happyanto, M.T. sebagai Guru Besar dalam bidang ilmu “Intelligent Control & Electric Vehicle” Departemen Teknik Elektro.

Pengukuhan dilakukan di ruang Sidang Senat Terbuka di Auditorium Pasca Sarjana Terapan PENS, Selasa (21/3/2023), ini sekaligus menambah jumlah guru besar PENS menjadi 4 orang, dengan berbagai bidang konsentrasi.

Baca Juga: Untag Surabaya Tambah Guru Besar, Perkuat Daya Saing Kampus

Direktur PENS, Aliridho Barakbah, S.Kom, Ph.D dalam sambutannya memberikan apresiasi terhadap sosok Prof. Dedid yang merupakan sosok agile dan sangat berpotensi dengan berbagai riset dan penelitian yang telah dilakukan.

“Saya sangat yakin, setelah dikukuhkannya Prof. Dedid hari ini, akan bertambah lagi karya-karya beliau baik riset maupun produk yang akan membawa kemanfaatan bagi kampus, masyarakat dan bahkan bangsa kita,” kata Aliridho.

Kecintaan Prof. Dedid pada bidang elektro diawali sejak duduk di bangku sekolah dasar yang saat itu dirinya mengaku sangat bosan dengan pelajaran.

“Seharusnya saya dapat menyelesaikan pendidikan dasar dalam 4 tahun saja. Namun, karena ibu saya tidak yakin, maka SD saya selesaikan selama 5 tahun, jadi nambah setahun,” kisahnya.

Prof. Dedid kecil tumbuh dalam passion elektro dan menyelesaikan studi S1 Teknik Elektro dengan predikat Cumlaude dari ITS. Jenjang magister di tahun 2002 dan doktoralnya di tahun 2012 pun diselesaikan di ITS.

Baca Juga: Untag Surabaya Kukuhkan Guru Besar Hukum Tata Negara dan Teknologi

Dalam pengkuhan tersebut, Prof. Dedid menyampaikan orasi ilmiah Pengembangan Teknologi Mobil Listrik Smart Car yang saat ini telah dikembangakan diprediksi menjadi sebuah kebutuhan di masa depan.

Relasi dengan IOT dan Big data serta dapat dikendalikan melalui komunikasi satelit merupakan sebuah tantangan pengembangan teknologi smart car.

“Saya membuka orasi ini dengan perkembangan mobil listrik, seiring dengan diterbitkannya PERPRES No. 55 tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendataan bermotor Listrik berbasis Baterei untuk transportasi jalan. Dan, saat ini teknologi mobil listrik telah makin canggih, diprediksi mobil dapat mendiagnosa dirinya sendiri jika mengalami gangguan hingga pengaplikasian sistem autonomous,“ terangnya.

Tak tanggung-tanggung, teknologi mobil pintar atau smart car technology yang dikembangkannya telah dipatenkan di KemenkumHAM RI dengan topik V-Health Rest (Vehicle Health Report Assistant).

Teknologi yang mengarah pada peningkatan kenyamanan pengguna, termasuk pelayanan dan keamanannya inilah yang kemudian dapat mengantarkan Indonesia menuju Indonesia Smart City.

Baca Juga: Gubes ke-6 FEB Unitomo Surabaya Sampaikan Orasi Soal Digitalisasi Pasar Modal

Prof. Dedid menyampaikan jika hal ini tidak selalu mulus, seperti ketersediaan spare part tentunya menjadi hal yang saat ini juga harus menjadi perhatian.

"Spare part yang tadinya mayoritas harus impor, kini sebagian sudah mulai tersedia dan diproduksi di Indonesia. Jika spare part, sensor dan semua alat pendukungnya tersedia, maka proses instalasi dan pemrograman bisa dilakukan di sini. Otomatis kendala-kendala ini bisa diselesaikan,” lanjut pemilik 6 paten Hak Kekayaan Intelektual ini.

Selain Paten, Prof. Dedid tercatat memiliki 2 desain industri untuk mesin pemecah biji salak dan mesin homogenizer, serta 4 hak cipta. Dia menjadi salah satu Co-Founder EMS-IoT yang memiliki 2 merek dagang produk.

Editor : Rochman Arief
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.