Jumat, 19 Jun 2026 12:22 WIB

Pemprov Jatim Dukung Reaktivasi KA di Madura, Ini Reaksi Pakar dan Warga

Wagub Jatim, Emil Dardak saat memaparkan program revitalisasi dan reaktivasi jalur kereta api di Madura. (foto: Pokja Pemprov Jatim for jatimnow.com)
Wagub Jatim, Emil Dardak saat memaparkan program revitalisasi dan reaktivasi jalur kereta api di Madura. (foto: Pokja Pemprov Jatim for jatimnow.com)

jatimnow.com - Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) berkomitmen mendorong realisasi dan reaktivasi jalur rel kereta api di Pulau Madura. Komitmen itu tertuang dalam bentuk surat yang dikirim Gubernur, Khofifah Indar Parawansa kepada Menteri Perhubungan pada 9 Februari 2023 lalu.

Surat tersebut berisi perihal Percepatan Program Reaktivasi dan Revitalisasi Jalur Kereta Api di Jawa Timur. Ada 13 rel yang menjadi sasaran dalam program yang didukung Pemprov Jatim.

Baca Juga: Beasiswa LPPD Jatim 2026 Dibuka, Siapkan Kuota Kampus Al-Azhar Mesir

Pada nomor 12 dan 13 mencakupi rel kereta api yang di wilayah Madura. Seperti halnya nomor 12, rel dari Kamal-Kalianget, kemudian nomor 13, rel dari Bangkalan-Telang.

"Program percepatan reaktivasi dan revitalisasi ini sudah tertuang di Perpres Nomor 80 Tahun 2019," ujar Wakil Gubernur Jatim, Emil Elestianto Dardak saat menghadiri FGD yang digelar Pokja Jurnalis Grahadi di Hotel Inna Surabaya, Selasa (21/3/2023).

Dalam Perpres tersebut, lanjut Emil, khusus reaktivasi rel kereta api dari Bangkalan hingga Sumenep akan menghidupkan sebanyak 14 bekas stasiun dan 97 hembatan kereta api.

Wagub Jatim, Emil Dardak mendorong percepatan reaktivasi dan revitalisasi jalur kereta api di Madura. (foto: Humas Pemprov Jatim for jatimnow.com)Wagub Jatim, Emil Dardak mendorong percepatan reaktivasi dan revitalisasi jalur kereta api di Madura. (foto: Humas Pemprov Jatim for jatimnow.com)

Kereta api di Madura juga akan menghubungkan dua pelabuhan utama, yaitu Pelabuhan Kamal (Bangkalan) dan Pelabuhan Kalianget (Sumenep).

Jalur tersebut memiliki lintasan sepanjang 225 kilometer yang menghubungkan Bangkalan, Sampang, Pamekasan dan Sumenep. Progres saat ini telah dilaksanakan studi kelayakan reaktivasi jalur mati oleh Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan pada 2022 lalu.

"Dari studi yang dilakukan Kementerian Perhubungan, ini (reaktivasi rel di Madura) masuk tujuh prioritas dari 13 yang ditentukan, (rel Madura) masuk tujuh besar," kata Emil Dardak.

Emil menambahkan bahwa sesuai Perpres 80 Tahun 2019, reaktivasi rel kereta api di Madura membutuhkan investasi sebesar Rp3,375 triliun. Angka tersebut memang tidak sedikit. Tapi Emil optimistis reaktivasi ini segera terealisasi, jika melihat efek domino yang dihasilkan.

Baca Juga: Jatim Raih Penghargaan Kategori Pemda Terbaik Penurunan Pengangguran

"Saat ini struktur ekonomi Madura 31 persen pertanian, 15 persen perdagangan dan 15 persen pertambangan. Industri belum muncul, padahal industri bisa menyerap tenaga kerja dan menjadi nilai tambah," kata dia.

Mantan Bupati Trenggalek ini berpandangan apabila kehadiran kereta api dapat mempercepat tumbuhnya industri di Pulau Garam. Karena kereta api tidak fokus mengangkut penumpang saja, namun juga barang. Tak hanya itu, pariwisata di Madura juga diperkirakan mengalami lonjakan jika dibarengi dengan adanya kereta api yang terintegrasi.

Reaktivasi dan revitalisasi jalur kereta api di Madura membutuhkan biaya Rp3 triliun lebih. (foto: Pokja Pemprov Jatim for jatimnow.com)Reaktivasi dan revitalisasi jalur kereta api di Madura membutuhkan biaya Rp3 triliun lebih. (foto: Pokja Pemprov Jatim for jatimnow.com)

Pakar transportasi ITS, Hera Widyastuti mengamini pernyataan Emil. Menurutnya, kereta api di Madura bisa menjadi moda transportasi massal pengurai kemacetan. Karena selama ini memang kerap terjadi kemacetan di poros utama antar-kabupaten di Madura. Terutama Bangkalan ke Sampang atau sebaliknya.

"Bisa mengurangi kemacetan secara teoritis," tegas Hera.

Baca Juga: Jatim Raih Penghargaan Kategori Pemda Terbaik Penurunan Pengangguran

Tak hanya itu, geliat industri dan pariwisata, sambungnya, juga akan meningkat. Dampak perekonomiannya, sanggup meningkatkan penghasilan asli daerah serta produk domestik regional bruto.

"Harapannya dengan pergerakan transportasi ini bisa mengangkat PDRB dari kota-kota yang dilewati," kata Hera.

Reaktivasi ini sudah sangat ditunggu warga Madura. Ketua DPP Madura Asli (Madas), Berlian Ismail Marzuki mengakui Madura menbutuhkan infrastruktur yang memadai, baik jalan tol maupun kereta api. Menurutnya, infrastruktur akan berdampak pada perekonomian di Madura.

"Kereta jalan tol semuanya ditunggu. Madura dikenal banyak merantau. Karena tanah kita tanah keras. Masyarakat sangat menunggu baik itu jalan tol maupun kereta api," tegasnya saat FGD.

Editor : Rochman Arief
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.