Rabu, 17 Jun 2026 06:28 WIB

Pawai Ogoh-ogoh Representasi Kerukunan Warga Desa Balun Lamongan

Sederet Ogoh-ogoh yang akan di pawaikan oleh warga Desa Balun, Kecamatan Turi, Lamongan. (Foto: Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)
Sederet Ogoh-ogoh yang akan di pawaikan oleh warga Desa Balun, Kecamatan Turi, Lamongan. (Foto: Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)

jatimnow.com - Pawai Ogoh-ogoh yang digelar umat Hindu di Desa Balun, Kecamatan Turi, Lamongan disambut semarak. Hal itu tak lepas dari keikutsertaan mayoritas warga desa yang dijuluki Desa Pancasila tersebut.

Ya, di desa yang dihuni 3 agama berbeda yakni Hindu, Islam, dan Kristen tersebut memang dikenal akan kerukunan dan indeks moderasi beragama yang tinggi.

Baca Juga: Dorong Produktivitas, Petani Lamongan Terima Bantuan Alat dan Mesin Pertanian

Kepala Desa Balun, Khusyairi mengungkapkan pawai Ogoh-ogoh tahun ini digelar setelah vakum 3 tahun akibat pandemi dengan diikuti seluruh warganya di 14 RT.

"Tahun ini ada banyak sekali (ogoh-ogoh), tidak hanya umah Hindu yang merayakan pawai ogoh-ogoh ini, tapi juga umat Islam, Kristen juga berkeinginan yang sama," ungkap Khusyairi, Selasa (21/3/2023).

Bahkan, disebutkan Khusyairi warga non-Hindu juga antusias menyambut pawai Ogoh-ogoh dengan membuat patung Ogoh-ogoh yang nantinya disumbangkan kepada pihak pure atau penyelenggara.

Baca Juga: Venue Kejurprov X Biliar Jatim di Lamongan Dipindah, Ini Alasannya

"Turut berpartisipasi juga dalam membina kerukunan umat beragama, dan masing-masing RT juga ada. Di sini ada 14 RT, mereka membuat ogoh-ogoh yang nantinya disumbangkan ke pihak pure untuk perayaan nanti," tambahnya.

Pawai Ogoh-ogoh akan digelar hari ini, sekitar pukul 14.00 WIB. Khusus tahun ini kegiatan dijadwalkan selesai lebih cepat karena pertimbangan berdekatan awal Ramadan 1444 H bagi umat Islam.

Baca Juga: Diminati Karena Kualitas, Selada Hidroponik Lapas Lamongan Suplai Dapur MBG

 

 

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.