Senin, 22 Jun 2026 12:31 WIB

Kekecewaan Aji Santoso untuk Wasit Usai Persebaya Ditekuk Persik 0-1: Mengerikan

Duel laga Persik Vs Persebaya di Stadion Brawijaya Kediri (Foto: Persik Kediri/jatimnow.com)
Duel laga Persik Vs Persebaya di Stadion Brawijaya Kediri (Foto: Persik Kediri/jatimnow.com)

jatimnow.com - Pelatih Persebaya Aji Santoso kecewa berat dengan wasit memimpin laga derbi Jawa Timur melawan Persik, di Stadion Brawijaya Kediri, Sabtu (18/3/2023) sore.

Laga derbi Jatim itu berakhir dengan kemenangan 1-0 untuk tim tuan rumah. Gol semata wayang Macan Putih dicetak Flavio Silva melalui titik putih di menit 80.

Baca Juga: Serunya Asmorobangun Cup, Tarkam yang Efektif Jaring Talenta Sepak Bola Muda Kediri

Terlepas dari kekalahan timnya di laga ini, Aji mengaku sangat kecewa terhadap kepimpinan wasit Agus Fauzan dan asisten wasit Musthofa Umarella. Dia bahkan curiga, keduanya punya dendam pribadi terhadap Persebaya.

"Yang pertama saya ucapkan selamat untuk Kediri. Yang kedua saya sampaikan mungkin saya adalah pelatih yang sportif yang menerima kekalahan, tetapi wasit-wasit yang memimpin ini sepertinya, dengan bukti-bukti yang nyata memiliki dendam pribadi kepada Persebaya," ungkap Aji dalam sesi post-match conference.

Ada beberapa keputusan Agus Fauzan yang dinilai Aji kurang tepat. Salah satunya handball dari Ferinando Pahabol yang terjadi di dekat wasit dan asisten Musthofa Umarella.

Aji sangat yakin dengan anggapannya bahwa hal ini merupakan dendam pribadi, karena sebelumnya timnya juga dikerjai oleh kedua wasit itu dalam laga lain.

"Agus Fauzan saya yakin punya dendam pribadi dengan Persebaya. Bukti yang sangat nyata saat Persebaya melawan Madura United di Bali. Dia jarak dua meter, Samsul dihajar tidak penalti," tambahnya.

Baca Juga: Persebaya Surabaya Kenalkan 5 Amunisi Baru, Eks Kiper PSM hingga Legenda Persik

Pelatih kawakan itu berharap Ketua PSSI baru Erick Thohir bisa segera membenahi kualitas wasit di Indonesia. Ini sangat mengerikan menurutnya jika terus dibiarkan.

"Saya terima dengan lapang dada kekalahan ini, tapi wasit-wasit ini bermasalah terus. Saya berharap semoga ketua yang baru segera memperbaiki kualitas wasit," tambah Aji.

"Mengerikan sepak bola kita kalau begini terus, mengerikan," tegas eks pelatih Singo Edan itu.

Baca Juga: Persik Kediri Lepas Yusuf Meilana Setelah 9 Tahun Bersama: Kami Doakan yang Terbaik

Kekecewaan itu juga ditujukan pemain dan ofisial tim Bajul Ijo. Usai laga, mereka menghampiri wasit yang berjalan ke ruang ganti sambil memberikan tepuk tangan sarkas.

Sementara di luar wasit, Aji tidak terlalu mengomentari laga tersebut. Sulit menurutnya berbicara teknis dengan kepimpinan wasit seperti itu. Dia hanya ingin terus bekerja keras untuk hasil yang lebih baik di sisa kompetisi.

 

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.

Hilang Kendali, Dua Pemotor Asal Nganjuk Tewas Terjun ke Waduk Kalimati Sidoarjo

Dua pengendara motor tewas tenggelam usai tercebur ke Waduk Kalimati, Prambon, Sidoarjo. Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi jasad keduanya pada Senin dini hari.

Temui Massa Aksi, DPRD Jember Siap Kawal Aspirasi Program Makan Bergizi Gratis

Implementasi program nasional tersebut ke depan tetap memerlukan pembenahan yang matang di tingkat daerah maupun pusat.

Aksi Basuh Kaki Orang Tua, Pramuka Sukolilo Surabaya Pecahkan Rekor MURI

1.352 Pramuka Sukolilo dilantik sebagai Pramuka Garuda dan memecahkan dua Rekor MURI melalui aksi pembasuhan kaki orang tua dan semafor massal.