Minggu, 21 Jun 2026 01:30 WIB

Menyaksikan Drama Hikayat Selembar Tubuh, Dilakoni Lima Anak ABH

Pementasan drama Hikayat Selembar Tubuh yang dimainkan 1 aktir anak ABH binaan Shelter Rumah Hati. (Foto: Elen for jatimnow.com)
Pementasan drama Hikayat Selembar Tubuh yang dimainkan 1 aktir anak ABH binaan Shelter Rumah Hati. (Foto: Elen for jatimnow.com)

jatimnow.com - Fakultas Psikologi Universitas Surabaya (Ubaya) bekerja sama dengan Shelter Rumah Hati menggelar pementasan drama “Hikayat Selembar Tubuh”.

Drama yang diperankan lima anak yang sedang berkonflik dengan hukum (ABH) binaan Rumah Hati itu dihelat di Ruang Serbaguna Fakultas Psikologi Ubaya, Kamis (16/3/2023) malam.

Baca Juga: 22 Lulusan SMA Santo Carolus Surabaya Berhasil Tembus PTN

Teater yang disutradarai oleh Achmad Zainuri, dengan supervisi Prof. Dr. Yusti Probowati Rahayu, Dr. Dra N.K.E. Triwijati, M.A., serta Dra. Ayuni, M.Si ini mendapat pendanaan dari Korea Hope Foundation.

Drama berdurasi selama 1 jam 20 menit menceritakan lima anak bernama Linggar, Gatan, Charly, Ilham, dan Jian yang sedang bermasalah dengan kerumitan hidupnya masing-masing.

Gatan dengan kasus kriminalnya sehingga menyulitkan lingkaran keluarganya. Linggar dan Ilham yang membeli barang curian dan dituduh oleh pihak yang berwajib sebagai tukang tadah. Sedangkan, Charly mengambil uang di kotak amal.

Lima anak tersebut merepresentasikan kisah nyata mereka yang pernah melakukan pelanggaran hukum, menentang orang tua, dan sebagainya.

"Drama ini menjadi terapi yang bertujuan untuk rehabilitasi. Ini adalah alat untuk mendidik mereka agar bisa bertanggung jawab. Ketika menceritakan peristiwa yang menurut mereka aib, hal itu sebagai latihan bagi mereka untuk dapat menerima diri sendiri," ujar Pendiri Rumah Hati, Prof Yusti, Jumat (17/3/2023).

Baca Juga: Alur Asa, Pesan Sabda Theatre di Usia 30 Tahun

Prof Yusti menambahkan terkait naskah yang dibawakan para anak-anak diberi kebebasan untuk menentukannya berdasarkan kesediaan bercerita.

"Pelatih hanya menyempurnakan yang didapat dari anak-anak. Ada yang berani terbuka dan tidak," imbuhnya.

"Sedangkan untuk persiapan dilakukan selama empat bulan bersama sutradara Achmad Zainuri. Mereka dilatih untuk menghafal naskah, olah vokal, kerja sama dalam tim, serta disiplin," bebernya.

Baca Juga: Mahasiswa FIK Ubaya Sabet Tiga Gelar di Asian Student Fashion Week 2026

Prof. Yusti berharap, teater ini dapat menghapus stigma masyarakat tentang anak-anak yang bermasalah dengan hukum.

“Anak-anak bisa salah karena lingkungannya juga. Ketika mereka diberikan lingkungan yang baik, pasti mereka juga jadi baik. Melalui drama ini, semoga mereka bisa kembali ke masyarakat dan diterima dengan baik,” harapnya.



Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.