Rabu, 17 Jun 2026 09:35 WIB

Utamakan Kesehatan Masyarakat, Pemkot Mojokerto Diganjar UHC Award

Sekda Kota Mojokerto Gaguk Tri Prasetyo saat menerima UHC Award dari Mendagri Tito Karnavian (Foto: Diskominfo Kota Mojokerto for jatimnow.com)
Sekda Kota Mojokerto Gaguk Tri Prasetyo saat menerima UHC Award dari Mendagri Tito Karnavian (Foto: Diskominfo Kota Mojokerto for jatimnow.com)

jatimnow.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto kembali menerima Universal Health Coverage (UHC) Award.

Wakil Presiden Ma'ruf Amin menyampaikan apresiasinya kepada seluruh kepala daerah yang memiliki komitmen tinggi memberikan jaminan kesehatan bagi masyarakat.

Baca Juga: Kisah Bu Diyem, 55 Tahun Mendorong Gerobak Jamu hingga Baitullah

Dia menambahkan, pemberian jaminan kesehatan kepada masyarakat ini bukan hanya sekedar untuk menjalankan regulasi.

"Dukungan optimalisasi pelaksanaan program JKN dari seluruh pemangku kepentingan hendaknya tidak hanya sebatas pemenuhan Inpres. Namun lebih dilandasi itikad untuk senantiasa meningkatkan pelayanan dan perlindungan seluruh masyarakat," terang Wapres KH Ma'ruf Amin dalam keterangan tertulis, Rabu (15/3/2023).

Hingga Maret 2023, sebanyak 140 ribu 254 jiwa dari 140.442 warga Kota Mojokerto atau 99,87% secara aktif terdaftar dalam BPJS Kesehatan. Hal tersebut menunjukkan bahwa hampir 100% warga Kota Mojokerto telah mendapatkan jaminan kesehatan.

Atas capaian ini, Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari (Ning Ita) menyampaikan rasa terima kasihnya kepada seluruh pihak yang mendukung tercapainya pelayanan kesehatan yang maksimal di wilayahnya, termasuk kepada BPJS Kesehatan.

Baca Juga: Gubernur Khofifah Minta Wali Kota Mojokerto Siapkan Sekolah Rakyat

"Kota Mojokerto telah meraih predikat UHC sejak Tahun 2017. Kami terus berupaya untuk meningkatkan capaian tersebut hingga saat ini hampir 100 persen warga Kota Mojokerto telah mendapatkan jaminan kesehatan melalui JKN-KIS," terang Ning Ita.

Dia menyampaikan bahwa kesehatan masyarakat menjadi salah prioritas selama kepemimpinannya di Kota Mojokerto.

"Dengan memberikan jaminan kesehatan, kami berupaya untuk meringankan beban masyarakat," lanjut Ning Ita.

Baca Juga: Kota Mojokerto Raih Predikat Kota Terinovatif IGA 2024

Sebagai informasi, hingga saat ini warga Kota Mojokerto yang sudah ter-cover BPJS Kesehatan adalah Penerima Bantuan Iuran (PBI) APBN sebesar 29 ribu 614 jiwa, Penerima Bantuan Iuran (PBI) APBD sebanyak 50 ribu 45 jiwa.

Kemudian Pekerja Penerima Upah (PPU) sebanyak 43 ribu 841 jiwa, Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU) sebanyak 12 ribu 112 jiwa dan Peserta Bukan Pekerja (BP) sebanyak 4 ribu 642 jiwa.

Selain memberikan jaminan kesehatan melalui BPJS Kesehatan, Pemkota Mojokerto juga telah memberikan jaminan Sosial berupa BPJS Ketenagakerjaan bagi Ketua RT/RW, tenaga keagamaan, dan kelompok rentan.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.