Senin, 15 Jun 2026 08:57 WIB

Banjir Bandang Terjang Lamongan Akibat Hujan 2 Jam

Banjir banjar menerjang pemukiman warga Desa Wudi, Kecamatan Sambeng, Lamongan. (foto: BPBD Lamongan for jatimnow.com)
Banjir banjar menerjang pemukiman warga Desa Wudi, Kecamatan Sambeng, Lamongan. (foto: BPBD Lamongan for jatimnow.com)

jatimnow.com - Hujan dengan intensitas tinggi selama dua jam mengguyur Kabupaten Lamongan pada Selasa (14/3/2023). Akibat hujan deras itu menyebabkan banjir bandang di Kota Soto itu.

Banjir bandang tersebut dikabarkan menerjang Desa Wudi, Kecamatan Sambeng, Lamongan, dengan ketinggian air mencapai 1 meter.

Baca Juga: Dorong Produktivitas, Petani Lamongan Terima Bantuan Alat dan Mesin Pertanian

Plt Kepala BPBD Lamongan, Dianto mengungkapkan banjir disebabkan sungai di desa setempat yang tak lagi mampu menampung derasnya air kiriman dari kawasan perbukitan Desa Wudi.

"Hujan deras selama dua jam, mulai pukul 15.00 WIB. Akibatnya luapan air sungai di Dusun/Desa Wudi, Kecamatan Sambeng mengakibat rumah warga dan persawahan tergenang 20-100 cm," papar Dianto, Selasa (14/3/2023).

Terpisah, Camat Sambeng Tri Prasetyo mengabarkan bila kondisi terkini lebih terkontrol. Air tidak lagi berarus, namun masih menggenangi pemukiman warga Desa Wudi.

Warga Desa Wudi, Kecamatan Sambeng, Lamongan melintas di jalan yang sudah terendam banjir akibat hujan yang mengguyur selama dua jam. (foto: BPBD Lamongan for jatimnow.com)Warga Desa Wudi, Kecamatan Sambeng, Lamongan melintas di jalan yang sudah terendam banjir akibat hujan yang mengguyur selama dua jam. (foto: BPBD Lamongan for jatimnow.com)

Baca Juga: Venue Kejurprov X Biliar Jatim di Lamongan Dipindah, Ini Alasannya

"Sungai dusun yang awalnya mengalir ke Waduk Gondang tak mampu menampung debit air dari kawasan perbukitan, saat ini sudah terkendali. Hanya saja pemukiman terendam," ujarnya.

Diterangkan Tri, jika Desa Wudi memang memiliki kawasan yang dikelilingi perbukitan. Hal itu pula yang menyebabkan banjir bandang sering terjadi di desa tersebut.

"Selama musim penghujan tahun ini sudah tiga kali banjir bandang," katanya.

Baca Juga: Mahasiswa Thailand Belajar SDGs dan Ekonomi Sirkular di Desa Suci Jember

Tri menegaskan banjir bandang di Desa Wudi diprediksi cepat surut, lantaran saluran sungai terpantau lancar dan tak menghambat pembuangan air.

"Fungsi sungai aman-aman saja, hanya hujan intensitas tinggi mengakibatkan debit air berlebih, yang kemudian tak tertampung dan mengakibatkan genangan. Dalam tempo lima sampai enam jam biasanya sudah surut," tuturnya.

 
Editor : Rochman Arief
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.