Minggu, 21 Jun 2026 12:03 WIB

3 Tahun Vakum, Warga Desa Balun Lamongan Antusias Sambut Pawai Ogoh-Ogoh

Pembuatan ogoh-ogoh oleh warga Desa Balun, Lamongan. (Foto: Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)
Pembuatan ogoh-ogoh oleh warga Desa Balun, Lamongan. (Foto: Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)

jatimnow.com - Pawai ogoh-ogoh oleh pemeluk Agama Hindu di Desa Balun, Kecamatan Turi, Lamongan kembali digelar setelah sempat vakum akibat Covid-19.

Warga pun menyambut antusias perayaan yang sekaligus menjadi tradisi tahunan saat Hari Raya Nyepi yang jatuh pada Selasa (21/3/2023) mendatang tersebut. Tak hanya umat Hindu, umat Islam dan Kristen juga menyambut gembira pawai ogoh-ogoh.

Baca Juga: Dorong Produktivitas, Petani Lamongan Terima Bantuan Alat dan Mesin Pertanian

Pembuatan ogoh-ogoh di desa yang lekat dengan julukan Desa Pancasila ini juga dikerjakan tidak hanya oleh penganut Agama Hindu melainkan juga gotong royong seluruh warganya meski berbeda keyakinan.

"Persiapan pawai tahun ini dilakukan sejak 3 bulan yang lalu, pengerjaannya dilakukan gotong royong," ungkap Kepala Desa Balun, Khusyairi, Selasa (14/3/2023).

Lebih semarak lagi, terang Khusyairi, pawai ogoh-ogoh tahun ini jatuh mendekati atau tepat sehari menjelang ramadan 1444 H.

Baca Juga: Venue Kejurprov X Biliar Jatim di Lamongan Dipindah, Ini Alasannya

"Tahun ini ada banyak sekali (ogoh-ogoh). Tidak hanya umat Hindu yang merayakan pawai ogoh-ogoh ini, tapi juga umat Islam, Kristen juga berkeinginan yang sama, turut berpartisipasi juga dalam membina kerukunan umat beragama," ujarnya.

Lebih lanjut Khusyairi mengatakan, meskipun tahun ini menjadi kali pertama pawai ogoh-ogoh kembali digelar pascapandemi Covid-19, namun tidak ada persiapan khusus yang dilakukan.

"Saya rasa tidak ada (persiapan khusus) dan ini sudah menjadi kegiatan umum di Desa Balun. Dan alhamdulillah tahun ini bisa menggugah warga, baik muslim maupun nonmuslim untuk turut berpartisipasi," urainya.

Baca Juga: Diminati Karena Kualitas, Selada Hidroponik Lapas Lamongan Suplai Dapur MBG

Rencananya pawai ogoh-ogoh yang digelar tanggal 21 Maret mendatang, akan dimulai lebih awal, sebab berdekatan dengan hari pertama puasa Ramadan. Hal itu merupakan hasil kesepakatan dari berbagai pihak, termasuk umat Hindu Desa Balun.

"Kami sudah bekerja sama dengan pihak terkait, baik pihak pure sendiri, umat Hindu atau tokoh masyarakat Hindu Desa Balun, kemudian juga bekerja sama dengan Muspika. Dan kami sepakat agenda kegiatan pawai ogoh-ogoh dimajukan. Kita mulai jam 1 siang, sehingga nanti saat maghrib diperkirakan sudah selesai. Jadi tidak mengganggu pelaksanaan kegiatan antara umat Hindu dan umat Islam yang akan mengawali Ramadan," ucap Khusyairi.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.