Rabu, 17 Jun 2026 00:30 WIB

Penjual Garam di Kediri Meninggal, Penyebabnya Bisa Kaget

foto: ilustrasi jatimnow.com.
foto: ilustrasi jatimnow.com.

jatimnow.com - Muhammad Rais Burhan (46) warga Dusun Gabru, Desa Besuk, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri meninggal usai jual garam, Senin (13/3/2023). Dia sempat tak sadarkan diri sebelum menerima uang pembayaran dari toko milik Ulfatur Rosidah (42), di Desa Mukuh, Kecamatan Kayen Kidul.

Awalnya Rais mendatangi toko milik Ulfatur (42) untuk menawarkan barang jualannya berupa garam. Setelah itu, korban mengambil barang dan diserahkan kepada Rosidah.

Baca Juga: Bayi Dibuang di Pinggir Sawah Kediri Diserahkan ke Dinsos, Polisi Buru Ibu Kandung

Sambil menunggu pembayaran garam, Muhammad Rais merasa bahwa ia tidak enak badan, dan duduk bersandar di pintu toko menghadap ke utara. Berdasarkan keterangan Rosidah, korban sempat mengeluhkan asam lambung yang kambuh.

"Korban sempat berbicara kalau asam lambungnya sedang kambuh," kata AKP Suharsono, Kapolsek Wates.

Lanjut Suharsono, ketika hendak menyerahkan uang pembelian garam, pemilik toko melihat korban menguap satu kali dan sudah tidak sadarkan diri. Ia kemudian melaporkan peristiwa itu kepada kepala dusun setempat dan Polsek Pagu serta UPTD Puskesmas Bangsongan.

Baca Juga: Ponpes Al Falah Kediri Ditetapkan Tuan Rumah Munas Alim Ulama dan Konbes NU

Anggota bersama Tim Inafis Polres Kediri mendatangi lokasi kejadian untuk olah tempat kejadian perkara.

"Saat kami periksa bersama korban ini kondisinya sudah meninggal," jelasnya.

Kapolsek Pagu menambahkan, hasil pemeriksaan dari tenaga kesehatan Puskesmas Bangsongan menyimpulkan bahwa korban meninggal secara wajar, karena sakit yang dideritanya. Selain itu, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan maupun penganiayaan terhadap tubuh korban.

Baca Juga: Razia Gabungan di Lapas Kediri, Petugas Amankan Barang Terlarang

Sementara itu, anak kandung korban yang datang ke lokasi pun menyampaikan bahwa ayahnya menderita komplikasi darah tinggi, asam lambung, dan jantung sekitar satu tahun.

"Atas kejadian ini keluarga korban menerima musibah dengan iklas dan membuat surat peryataan," tandas AKP Suharsono.

Editor : Rochman Arief
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.