Kamis, 18 Jun 2026 14:50 WIB

Duh! Kejahatan Robot Trading Bisa Menggelinding, Pakar Investasi Angkat Suara

Pakar investasi Dr Putu Anom Mahadwartha (foto: Humas Ubaya for jatimnow.com)
Pakar investasi Dr Putu Anom Mahadwartha (foto: Humas Ubaya for jatimnow.com)

jatimnow.com - Investasi menilai iming-iming investasi melalui robot trading untuk membuat kaya secara instan seperti yang dijalankan Wahyu Kenzo akan terus terjadi. Namun cara ini bisa dicegah dengan pembekalan dalam bentuk literasi investasi yang cukup.

Seperti diungkapkan Pakar Investasi dari Universitas Surabaya (Ubaya), Dr Putu Anom Mahadwartha, yang menilai cara paling efektif adalah pemberian pengetahuan tentang investasi dan pengelolaan keuangan.

Baca Juga: Reforma Agraria Dinilai Penting untuk Ketahanan Pangan Nasional

"Kasus serupa akan terus berulang selama masyarakat belum memiliki pengetahuan yang mumpuni di bidang keuangan. Artinya, masyarakat masih akan terbuai dengan iming-iming berupa keuntungan sekejap. Sederhananya ingin kaya mendadak," ujar Putu dalam siaran persnya, Minggu (12/3/2023).

"Kaya mendadak bisa memancing, atau terbuai mengikuti cara-cara yang dilakukan penipu. Inilah yang membuat penipu atau para pelaku robot trading mendapat keuntungan besar," lanjutnya.

Ia mengingatkan agar masyarakat yang hendak berinvestasi tidak terlalu cepat terbuai janji-janji kaya dalam waktu singkat. Menurutnya, cara yang paling ampuh sekaligus mengantisipasi adalah mengukur risiko.

"Jadi, poin sebenarnya jangan melihat dari sisi kekayaan yang instan, apalagi melihat orang flexing kekayaan di sosial media, di pesawat pribadi, di supercar mewah dan sebagainya. Cara pandang seperti ini bisa membuat calon investor tergiur, mengikuti cara yang dilakukan Wahyu Kenzo," Putu Anom menambahkan.

Baca Juga: Cara Unik DKV Ubaya Dongkrak Literasi, Visualkan Tokoh Fiksi di Atas Buku

Pada dasarnya, lanjut Putu Anom, tidak ada kaya secara instan. Dia menilai bahwa menyelesaikan hal ini pemerintah juga harus turun tangan dan meningkatkan pengawasan.

Dia menambahkan bahwa hal yang perlu diingat adalah pengawasan seketat apapun, para pelaku tetap akan melakukan kamuflase dengan cara yang berbeda.

Baca Juga: Ubaya Sebar 1.000 Paket Sembako Murah di Surabaya dan Sidoarjo

Cara lain dengan mendorong pemerintah membuat program yang mampu meningkatkan literasi finansial di Indonesia. Seperti peningkatan ilmu keuangan dan ilmu investasi dasar bagi masyarakat.

"Itu harus digerakkan di lembaga-lembaga keuangan negara. Misalnya di perbankan atau di bursa efek. Bisa juga melalui bursa berjangaka dan Otoritas Jasa Keuangan. Mereka harus punya program yang sangat terstruktur dan masif, untuk mendorong masyarakat indonesia melek keuangan," tandasnya.

Editor : Rochman Arief
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.