Senin, 15 Jun 2026 10:32 WIB

Guru Besar FKH Unair Kembangkan Riset Vaksin Oral Rabies

Prof Dr Jola Rahmahani drh MKes. (Foto: Humas Unair for jatimnow.com)
Prof Dr Jola Rahmahani drh MKes. (Foto: Humas Unair for jatimnow.com)

jatimnow.com - Penyakit rabies masih menjadi perhatian Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Organisasi Kesehatan Hewan Dunia (WOAH) karena dapat menyebabkan kematian hampir 70 ribu kasus setiap tahunnya. Di Indonesia, kasus kematian akibat rabies terbilang masih cukup tinggi.

Hal itu disampaikan langsung oleh Prof Dr Jola Rahmahani drh MKes dalam pidatonya saat pengukuhan guru besarnya. Dia mengatakan, upaya untuk mencapai Indonesia Bebas Rabies 2030 perlu digalakkan.

Baca Juga: Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Guru besar mikrobiologi veteriner itu mengungkapkan bahwa program vaksinasi hewan rabies di Indonesia masih mengalami beberapa kendala pada aspek budaya, sosial, dan ekonomi.

Sebagai contoh, keberagaman budaya di Indonesia memberikan perbedaan cara pandang masing-masing suku bangsa terhadap anjing sebagai hewan penular utama rabies sehingga dapat meningkatkan kerentanan infeksi.

"Di beberapa wilayah, anjing dimanfaatkan sebagai adu bagong di daerah Sunda, teman berburu di Sumatera Barat, penolong selama pelayaran bagi suku bugis, dan sebagai bahan konsumsi. Namun, saat ini konsumsi anjing sudah menurun karena adanya kampanye dog meet free," ungkap Prof Jola.

"Selain itu, kendala pemberantasan juga terjadi dari aspek teknis, seperti status vaksinasi rabies, interaksi dengan anjing lain, kondisi fisik anjing, jumlah anjing yang dipelihara, dan tidak terkendalinya populasi hewan penular rabies dan hewan peliharaan yang dilepasliarkan," sambungnya.

Prof Jola melanjutkan bahwa selain kendala-kendala yang telah disebutkan. Kendala perihal pemberian vaksinasi hingga saat ini juga masih mengalami beberapa hambatan dan keterbatasan dari segi efektivitas maupun efisiensi.

Baca Juga: BTN Gandeng UNAIR, Perkuat Literasi Finansial dan Ekosistem Kampus Digital

Terutama, vaksinasi rabies pada anjing liar atau anjing tidak berpemilik. Oleh sebab itu, perlu upaya untuk menangani permasalahan tersebut, salah satunya dengan uji coba penerapan vaksin oral rabies pada anjing liar dan anjing yang dilepasliarkan.

“Vaksinasi hewan liar menggunakan vaksin oral rabies merupakan tahapan penting dalam mengontrol rabies. Vaksin oral rabies memiliki keunggulan pada program vaksin massal karena dinilai efektif dan jumlah individu yang divaksin lebih banyak,” ucap Prof Jola.

“Vaksinasi oral rabies dapat mencegah dan mengatasi penyebaran virus rabies di antara populasi dan menurunkan risiko infeksi pada hewan domestik dan populasi manusia. Selain itu, vaksinasi ini sudah diterapkan di beberapa negara dan menunjukan hasil yang baik,” tambahnya.

Dia juga menyampaikan bahwa penelitian surveilans virus rabies di Indonesia menjadi faktor penting dalam menentukan galur virus rabies untuk vaksinasi ke depannya.

Baca Juga: Ujian Kelulusan Unik, Siswa SMP Labschool Unesa 3 Pamerkan Karya Inovatif

Hal itu karena Indonesia memiliki banyak pulau yang berpotensi memunculkan perbedaan jenis virus rabies yang bersirkulasi.

“Kerja sama antar sektoral, penelitian, dan pendanaan yang memadai, surveilans, dan pendataan yang lengkap menjadi langkah awal dalam pemberantasan rabies di Indonesia. Diikuti dengan pengembangan vaksin sangatlah diperlukan untuk menghentikan penyebaran rabies pada hewan dan menyelamatkan jiwa manusia dari kematian akibat gigitan hewan penular rabies,” pungkasnya.

 

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.

Curi Uang Kotak Amal Masjid, Pria di Blitar Diarak Warga

Pihak takmir masjid dan warga jemput pelaku di rumah, kini pelaku sudah diserahkan ke pihak berwajib.