Selasa, 16 Jun 2026 14:16 WIB

Kembalinya Cinta, Siswi SMP di Jombang yang Dibawa Kabur Pria Misterius

Pelaku dan korban saat tertangkap kamera CCTV yang ada di konter HP (Foto: Tangkapan layar video CCTV)
Pelaku dan korban saat tertangkap kamera CCTV yang ada di konter HP (Foto: Tangkapan layar video CCTV)

jatimnow.com - Cinta, siswi SMP asal Dusun Dukuh Sanan, Desa Dukuhmojo, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang menjadi korban gendam hingga dibawa kabur seorang pria tidak dikenal.

Akibat peristiwa itu, gadis 13 tahun tersebut kehilangan handphone (HP) kesayangan.

Baca Juga: Sindikat Mobil Bodong dan STNK Palsu Jaringan Pasuruan-Surabaya Dibongkar

Kepala Desa Dukuhmojo, Nurani Rubai menjelaskan, gendam yang dialami Cinta itu terjadi sekitar pukul 12.00 WIB, Minggu (5/3/2023).

"Kejadiannya itu sekitar selesai salat dhuhur. Ini anak (cinta) disuruh menggantikan kakek dan ibunya untuk menjaga warung. Karena kakek dan ibunya mau salat," ungkap Nurani, Senin (6/3/2023).

Menurut Nurani, setelah menjalankan salat duhur di rumah, ibu dan kakek korban kembali ke warungnya yang ada di Dusun Wonoayu. Namun di warung korban sudah tidak diketemukan.

"Usut punya usut ada yang tau kalau anak itu (korban) tadi dibawa kabur oleh seseorang," jelasnya.

Pada saat membawa HP korban, motor yang dinaiki pelaku sempat bocor ban, tidak jauh dari warung itu.

"Bannya bocor sekitar 400 meter jaraknya dari lokasi. Anak itu (korban) sempat diajak ke konter HP," ujarnya.

Mengetahui anaknya hilang dan dibawa orang asing, keluarga menginformasikan kepada warga dan melapor ke polisi.

"Kita sebar informasi kalau anak ini hilang diduga jadi korban hipnotis. Ke semua medsos dan group WA. Ibunya juga sempat laporan ke polsek," tambah dia.

Dan usai salat magrib, keluarga korban dihubungi warga Mojokerto, memberitahu bahwa anaknya yang hilang ada di sana dalam keadaan linglung.

"Ketua RT dan warga membawa anak ini (korban) ke rumah Dukuhmojo. Alasannya anak ini linglung dan bingung," tambahnya.

Saat berada di rumah, keluarga menemukan sejumlah anting-anting dan gelang palsu, yang diduga hasil pemberian pria asing yang membawa kabur korban.

Baca Juga: Akal Bulus Komplotan Penipu di Gresik Bikin Sales Susu UHT Asal Kediri Rugi Puluhan Juta

"Anaknya itu dikasih anting-anting palsu, dikasih gelang palsu. Terus diajak beli permen terus ditinggalkan sama pelaku di daerah rolak, daerah Banjaranyar, Mojokerto," bebernya.

Bahkan saat tiba di rumah, korban masih dalam kondisi bingung dan trauma serta terus menangis.

Sementara Dian (20), penjaga konter HP di Desa Dukuhmojo mengaku bahwa pada Minggu, korban dan pelaku sempat mendatangi konternya.

"Keduanya naik motor berboncengan, terus nyari voucher pulsa. Setelah itu pergi ke arah utara," ujarnya.

Sedangkan Cinta bercerita, awalnya ia sedang menjaga warung. Tak lama kemudian, pelaku datang untuk memesan minuman. Setelah itu, ia mengaku diajak pelaku untuk membeli paket data.

"Diajak beli paketan, terus berangkat. Di jalan bannya bocor terus mampir tambal ban," ungkap dia.

Baca Juga: Pria Sidoarjo Beli Motor Ninja di Jember Diduga Pakai Uang Mainan

Pada saat menambal ban, ia mengaku sempat ditelepon keluarganya. Namun hal itu diketahui pelaku dan HP-nya diminta.

"Pas tambal ban, saya disuruh belikan rokok. Terus ada telepon dari Pak Poh (keluarga), terus HP saya diminta terus dimatikan. Setelah itu ke konter HP beli paket data," jelasnya.

Usai membeli paket data, korban mengaku motor yang dikendarai pelaku tidak lagi kembali ke warung. Namun menuju ke Mojokerto.

"Pas habis beli paket data, terus dibonceng jauh ke Mojokerto. Sampai di diparkiran hotel saya lari," beber Cinta.

Saat Cinta berusaha lari, pelaku menyusul dan mengajaknya untuk berkendara ke Mojokerto. Dan sebelum magrib, pelaku menghentikan motor lalu menyuruh korban membeli permen di sebuah warung.

"Sebelum magrib itu, berhenti di sebuah warung terus saya disuruh beli permen. Pas balik orangnya sudah gak ada. Yang hilang HP saya dibawa orang itu," pungkasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.