Kamis, 18 Jun 2026 06:05 WIB

Bayi Hidrosefalus asal Lamongan, Konsumsi Obat Kejang Seumur Hidup

Bayi penderita hidrosefalus asal Lamongan, Diandra Putra Nur Ardianzah. (Foto : Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)
Bayi penderita hidrosefalus asal Lamongan, Diandra Putra Nur Ardianzah. (Foto : Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)

jatimnow.com - Orang tua bayi pengidap hidrosefalus Lamongan, Desi berbagi cerita tentang kondisi langkah yang dialami putranya. Bayi berusia 10 bulan itu tetap kuat dan berjuang melawan apa yang ia alami saat ini.

Seakan tak mau kalah dengan penyakitnya, Diandra Putra Nur Ardianzah masih bisa bertahan meski sudah berulang kali naik meja operasi.

Baca Juga: Dorong Produktivitas, Petani Lamongan Terima Bantuan Alat dan Mesin Pertanian

Bahkan, Desi bercerita setiap kali selesai operasi Diandra menunjukan efek samping seperti kejang disertai dengan mulut berbuih.

Dengan perban dan bekas jahit yang memenuhi kepala Diandra, ia tampak berusaha keras melawan penyakitnya. Sambil menangis terisak-isak dan menitikkan air mata, Diandra memberi isyarat ingin bangkit dan sembuh dari penyakitnya.

"Usai operasi kelima ia kejang gak berhenti-berhenti selama kurang lebih tiga jam. Itu berlanjut lagi setelah beberapa hari waktu sudah di rumah, kejang pukul 12.00 sampai 03.00 pagi," ungkap Desi.

Baca Juga: Venue Kejurprov X Biliar Jatim di Lamongan Dipindah, Ini Alasannya

Karena kondisi Diandra waktu itu menurun, lanjutnya, pihak keluarga melarikan ke RSUD Dr Soetomo. Di hari itu pula dilakukan operasi yang untuk keenam kalinya.

"Diandra kejang sampai pukul 12.00 pukul 03.00 pagi. Langsung kami bawa ke IGD di RSUD Dr Soetomo, pagi pukul 10.00 WIB persiapan naik operasi," katanya.

Dengan kondisi tersebut, Diandra kini diharuskan mengkonsumsi obat kejang secara rutin. Bayi malang tersebut harus tetap bertahan dan melawan penyakitnya.

Baca Juga: Diminati Karena Kualitas, Selada Hidroponik Lapas Lamongan Suplai Dapur MBG

"Sekarang Diandra sudah mengonsumsi dua macam obat kejang yang harus diminum seumur hidup, kejang gak kejang harus mengonsumsinya," tambah Desi.

 

Editor : Rochman Arief
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.