Selasa, 16 Jun 2026 00:56 WIB

Siswa SD Banyuwangi Tewas Gantung Diri, Polisi Dalami Unsur Pidana

Proses identifikasi di TKP gantung diri siswa SD di Banyuwangi (Foto: Polsek Pesanggaran for jatimnow.com)
Proses identifikasi di TKP gantung diri siswa SD di Banyuwangi (Foto: Polsek Pesanggaran for jatimnow.com)

jatimnow.com - Polisi masih terus mendalami motif di balik aksi gantung diri MR (11), siswa kelas IV SDN 4 Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi.

Sejumlah pihak dimintai keterangan, tidak terkecuali keluarga korban.

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

"Yang pertama kita memanggil keluarga korban untuk dimintai keterangan," jelas Kapolsek Pesanggaran, AKP Basori Alwi, Minggu (5/3/2022).

Untuk pemeriksaan keluarga korban, Basori menyebut telah memanggil Wasiah (50), ibu kandung korban, serta Nur Rohim (25), kakak kandung korban. Juga memanggil guru di sekolah korban.

Pemeriksaan ulang ini turut melibatkan penyidik dari Unit Pelayanan Anak dan Perempuan (PPA) Satreskrim Polresta Banyuwangi.

Menurut Basori, tidak menutup kemungkinan pihaknya akan meminta keterangan sejumlah siswa yang diduga terlibat perundungan, hingga membuat korban nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.

Namun hingga saat ini, ibu korban masih belum menyebutkan nama teman sekolah anaknya.

"Ibu korban masih belum menyebut siapa teman-temannya MR. Itu teman di sekolah atau di luar," tambah Basori.

Rangkaian pemeriksaan saksi ini untuk mengungkap motif di balik aksi korban tersebut. Juga untuk menelusuri adanya kemungkinan unsur tindak pidana dalam kasus tersebut.

Baca Juga: Pria di Kediri Tiba-tiba Masuk Kolong Truk Pertamina, Depresi Ditinggal Ibu Meninggal

"Meski kami telah menegaskan MR bunuh diri, tapi kami akan menelusurinya," ungkap dia.

Sebelumnya, pihak SDN 4 Sumberagung masih mempertanyakan perihal kematian MR tersebut.

Kepala SDN, Wawan Sugiarto merasa janggal atas kematian anak didiknya itu. Kejanggalan itu ia lihat dari tali simpul yang diikatkan ke leher korban. Ditambah tali plastik yang diikatkan pada titik yang sulit dijangkau anak seusia korban.

"Yang jadi pertanyaan, bagaimana dia bisa punya pikiran gantung diri. Apalagi itu tinggi (tempat gantung dirinya)," tandasnya.

 

Baca Juga: Lagi, Mayat Pria Ditemukan di Bawah Jembatan Cangar

 

 

*Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bagi Anda pembaca yang merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.

 

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.