Kamis, 18 Jun 2026 18:00 WIB

Kepala SDN 4 Sumberagung Merasa Janggal Siswanya Gantung Diri, Ini Alasannya

  • Penulis :
  • | Minggu, 05 Mar 2023 07:50 WIB
Kepala SDN 4 Sumberagung Wawan Sugiarto. (Foto: Eko Purwanto/jatimnow.com)
Kepala SDN 4 Sumberagung Wawan Sugiarto. (Foto: Eko Purwanto/jatimnow.com)

jatimnow.com - Pihak SDN 4 Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, masih mempertanyakan kematian MR (11), dengan cara gantung diri.

Wawan Sugiarto (36), selaku kepala sekolah merasa janggal atas kematian anak didiknya itu yang tewas gantung diri di dapur rumahnya.

Baca Juga: Sakit Hati Sering Diejek, Pria di Jember Tega Habisi Teman Sendiri

Menurutnya, bagaimana mungkin anak sesusianya bisa membuat tali simpul yang diikatkan dilehernya. Ditambah, tali plastik yang digunakan korban diikatkan pada titik yang sulit dijangkau anak seusianya.

"Yang jadi pertanyaan, bagaimana bisa punya pikiran gantung diri. Apalagi itu tinggi (tempat gantung diri)," ujarnya.

Lanjut Wawan, kematian akibat gantung diri seperti lidah menjulur, badan menegang dan keluarnya kotoran dari dubur tidak nampak. Atas alasan tesebut dirinya masih merasa janggal.

“Tanda-tanda itu kan tidak ada. Jujur, kami rasa sangat janggal,” ungkapnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kapolsek Pesanggaran, AKP Basori Alwi menegaskan kematian MR pada Senin (27/02/2023) lalu murni karena gantung diri.

Hal itu dipastikan melalui serangkaian proses identifikasi yang dilakukan pasca kematian korban.

“Korban memanjat dipan, ada di situ saat kejadian (dipan),” katanya.

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

Masih kata Basori, kondisi lain yang menguatkan kematian MR karena gantung diri yakni adanya bekas jari yang diduga milik korban di kusen pintu dapur.

“Kami lihat ada bekas tangan (sidik jari) di kusen pintu. Itu ditemukan saat identifikasi kemarin,” ujarnya.

Terkait tanda-tanda seperti lidah terjulur dan tidak munculnya kotoran dari dubur korban, menurut Basori itu karena saat ditemukan korban masih hidup.

“Saat ditemukan korban itu masih hidup, jadi tanda-tanda itu tidak muncul,” dalihnya.

Baca Juga: Pria di Kediri Tiba-tiba Masuk Kolong Truk Pertamina, Depresi Ditinggal Ibu Meninggal

Basori juga menyebut alasan dibalik Wasiah menelepon Nur Rohim, kakak kandung korban. Hal itu antaran ia tidak bisa melepaskan ikatan di leher pada anaknya. Tangan ibu korban itu tidak normal atau tuna daksa.

“Jari-jarinya tidak tumbuh dengan sempurna, jadi tidak bisa melepas sendiri,” tandasnya.

Reporter: Eko Purwanto

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.