Sabtu, 20 Jun 2026 15:26 WIB

Pengamat Politik Ragukan Realisasi Penundaan Pemilu 2024

Surokim Abdussalam. (Foto: dok. jatimnow.com)
Surokim Abdussalam. (Foto: dok. jatimnow.com)

jatimnow.com - Penundaan Pemilu 2024 berdasarkan perintah Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) mulai diragukan.

Menurut Pengamat Politik Universitas Trunojoyo Madura Surokim Abdussalam, keputusan tersebut ia prediksi akan sulit terealisasi karena berpotensi gaduh dan membuat peta politik semakin tidak stabil.

Baca Juga: Dosen Ilmu Politik Unesa Soroti Konsolidasi Kekuasaan-Strategi Geopolitik Nasional

"Saya pikir putusan pengadilan terkait hal tersebut akan sulit dieksekusi, akan banyak mengandung risiko," ujar Surokim, kepada jatimnow.com, Jumat (3/3/2023).

Menurut dia, sembagai lembaga hukum pengabulan putusan di PN Jakpus berdasar pada gugatan Partai Prima melebihi batas wajar.

"Menurut saya keputusan itu terlalu berani dan melebihi takaran. Bahkan dalam pandangan saya sudah masuk wilayah strategic policy yang mestinya itu masuk ranah peradilan MK," katanya.

Baca Juga: Menyoal Konsistensi Komunikasi Publlik Pejabat Negara

Apalagi, lanjut Surokim, menjelang Pemilu saat ini, banyak Partai Politik (Parpol) telah merumuskan kesiapan mengusung calon presidennya masing-masing, menurut dia hanya akan menjadi gimmick pascabanding yang dilayangkan KPU.

"Namun hal positif dari putusan ini tentu terkait dengan ujian profesionalisme KPU sebagai penyelenggara pemilu," tegas peneliti senior SSC itu.

Baca Juga: PKS Jatim Siapkan Pasukan Trainer API, Cetak Pemimpin Lewat Sistem

"Hal ini akan juga menguras energi untuk meladeni proses ini. Saya fikir situasi ini akan kompleks dan cenderung potensial menjadi polemik berkepanjangan, jika tidak direspons dengan baik dan cermat, akan bisa menganggu proses dan tahapan pemilu," pungkas dia.

 

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.