Jumat, 19 Jun 2026 05:43 WIB

139 Warga Terdampak Tanah Retak di Ponorogo Diungsikan, Lansia hingga Difabel

Tanah retak dan ambles di Desa Tumpuk, Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)
Tanah retak dan ambles di Desa Tumpuk, Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)

jatimnow.com - 139 warga Dukuh Sumber, Desa Tumpuk, Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo mengungsi, lantaran tempat tinggalnya terdampak tanah retak.

Kepala Desa Tumpuk, Imam Sulardi mengatakan bahwa warga sudah dua hari ini mengungsi. Ratusan warga diungsikan ke bangunan lama balai desa setempat.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

"Ratusan warga yang mengungsi terdiri balita, ibu hamil, ibu menyusui, anak-anak, dewasa hingga disabiltas," ungkap Imam, Selasa (28/2/2023).

Kabid Kedaruratan dan Logistik, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo, Surono menjelaskan bahwa retakan pertama di lokasi terjadi pada 14 Februari 2023.

"Semakin lama semakin bertambah lebar. Terakhir kemarin hujan deras retakan semakin melebar," jelas Surono.

Baca Juga: PMI Surabaya Galang Donasi Kemanusiaan lewat Bulan Dana 2026

Menurut Surono, retakan mulai dari 10 sampai 30 sentimeter. Sebagian juga ambles, sehingga warga yang rumahnya terdampak akhirnya mengungsi.

"Ada rumah yang dibongkar karena sebagian ambles. Rumah lainnya retak pada lantai dan tembok. Kondisi di lokasi memang daerah rawan, perbukitan dan rawan longsor," tegasnya.

Surono menyebut, BPBD mempersiapan tempat pengungsian dan segala kebutuhannya. Juga kerjasama dengan dinas sosial untuk dapur umum dan dinas kesehatan untuk memeriksa kesehatan.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

Serta meminta Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) untuk melaksanakan kajian teknis tentang fenomena tanah gerak tersebut.

"Kami imbau warga tetap waspada, dan yang di pengungsian bersabar menunggu kabar lebih lanjut terkait tanah retak ini," pungkasnya.

 

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.