Sabtu, 13 Jun 2026 09:47 WIB

Distributor dan Pedagang Sambut Positif Upaya Pemerintah Kontrol Harga Beras

Distributor pangan sambut positif langkah pemerintah stabilkan harga kebutuhan pokok. (Foto: CV HTS for jatimnow.com)
Distributor pangan sambut positif langkah pemerintah stabilkan harga kebutuhan pokok. (Foto: CV HTS for jatimnow.com)

jatimnow.com - Sejumlah distributor kebutuhan pangan menyambut positif upaya pemerintah menstabilkan harga kebutuhan pokok. Salah satu program yang digagas pemerintah adalah Stabilitasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) beras yang diinisiasi Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan Perum Bulog.

Menurut pemilik CV Hasil Tani Sejahtera, Sumanto selaku distributor kebutuhan pangan, menyambut positif langkah tersebut. Setidaknya harga beras medium di tingkat eceran di kisaran Rp8.900 hingga Rp9.450 per kg.

Baca Juga: Komisi III DPR RI Cek Stok dan Kualitas Beras di Gudang Bulog Candirejo Nganjuk

"Kami berkomitmen mendukung program pemerintah dalam rangka menstabilkan harga beras guna menjaga rantai pasokan di tingkat pedagang," kata Sumanto, Kamis (24/2/2023) pagi.

Menurutnya, harga beras dan gabah cendrung terus menurun dalam beberapa hari terakhir. Ia menyebut untuk wilayah Gresik harga beras di tingkat penggilingan Rp9.500-Rp9.800 per kg.

Harga tersebut mengalami penurunan sebesar Rp1.000 hingga Rp1.500 per kg dibandingkan dengan sepuluh hari sebelumnya.

"Kemungkinan harga gabah berpotensi turun, karena pada bulan Maret mendatang terjadi panen raya di sejumlah daerah," lanjutnya.

Baca Juga: Bulog Tulungagung Pastikan Harga Beras Stabil Jelang Nataru

Turunnya harga beras ini disambut pedagang di Pasar Setro, Menganti, Gresik. Seperti yang disampaikan Moch. Hasan, selaku pedagang beras yang menyambut positif penetapan harga beras, setelah dikontrol pemerintah.

"Stabilnya harga beras tidak mengganggu konsumen, karena harga relatif terjangkau," jelas Hasan, sapaannya.

Ia mengakui adanya SPHP membuatnya bisa mengambil margin dari penjualan beras. Selama ini ia membeli beras dengan harga Rp8.900 per kilogram, dan kemudian dijual kembali di kisaran harga Rp9.200 per kilogram.

Baca Juga: Surabaya Kirim 2,2 Ton Beras dan Donasi Rp194,9 Juta untuk Sumatera

Harga jual yang dilakukan Hasan masih di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah, yakni sebesar Rp9.450 per kilogram.

Belum lama ini pemerintah melalui Bapanas bersama pengusaha penggilingan dan Perum Bulog telah menetapkan menyepakati rumusan harga pembelian baru. Di mana, harga pembelian yang baru ini lebih mahal sekitar 8-9 persen dibandingkan harga sebelumnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.