Sabtu, 20 Jun 2026 12:19 WIB

Jalur Ponorogo-Pacitan Ambles Kian Parah, Tersisa Seperempat Lebar Jalan

Jalur Ponorogo-Pacitan yang tinggal seperempat jalan menggu akan sistem buka tutup. (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)
Jalur Ponorogo-Pacitan yang tinggal seperempat jalan menggu akan sistem buka tutup. (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)

jatimnow.com - Jalur Ponorogo - Pacitan, KM 225 masuk Dukuh Bukul, Desa Wates, Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo ambles hingga menyisakan seperempat lebar jalan.

Jalan utama Ponorogo-Pacitan garis marka jalannya berwarna putih sudah tidak terlihat. Sebelum ambles, jalan ini ada dua jalur. Namun setelah ambles hanya bisa dilalui satu jalur. Sehingga warga menerapkan sistem buka tutup.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

"Ini sudah dua bulan jalan. 3 hari terakhir parah. Bahkan dalam dua malam sehari ada 3 truk yang terjebak,” ujar salah satu warga, Anton di lokasi, Selasa (21/2/2023).

Dia menjelaskan bahwa amblesnya jalan sudah dua bulan. Kian hari kian parah, hingga jalur harus buka-tutup. Karena hanya bisa dilintasi satu mobil dan mepet,

“Kondisinya memang buka tutup. Saat ini saya sama warga lain selama 24 jam. Kalau tidak kasihan nanti terjebak,” urainy.

Selain menjaga, warga dan pekerja dari Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Provinsi Jawa Timur mengurangi material ambles. Di berharap dipasang pondasi dari bawah,

Baca Juga: Tingkatkan Produktivitas Ayam Broiler di Pacitan, Alumni UGM Beri Pendampingan

Sementara, Pengamat Jalan Dinas Pekerjaan Umum Binamarga Provinsi UPT Madiun, Amat Sair menambahkan kondisi jalan saat ini rawan. Pasalnya, hujan terus menerus terjadi di kawasan ini.

"Saat ini dilalukan pengurukan dan bisa dilalui, namun masih buka tutup," imbuh Amat.

Menurutnya, perbaikan jalan tidak bisa dilakukan secepatnya. Sebab, menunggu kondisi tanah stabil. Jika nekat diperbaiki khawatir akan terjadi ambles lagi.

Baca Juga: Emil Dardak Gerak Cepat Tangani Sengketa Lahan di Pacitan

"Untuk sementara harus buka tutup dan pengurukan jalan," paparnya.

 

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.