Selasa, 16 Jun 2026 16:42 WIB

Tumbuhkan Ekonomi, Pemkab Lamongan Usul Penambahan Exit Tol Sukodadi-Paciran

Diskusi antara Pemkab Lamongan bersama Direktur Pelaksanaan Pembiayaan Infrastruktur Jalan dan Jembatan (Foto: Humas Pemkab Lamongan for jatimnow.com)
Diskusi antara Pemkab Lamongan bersama Direktur Pelaksanaan Pembiayaan Infrastruktur Jalan dan Jembatan (Foto: Humas Pemkab Lamongan for jatimnow.com)

jatimnow.com - Pemkab Lamongan mengusulkan penambahan Exit Tol Sukodadi-Paciran dalam proyek nasional Tol Gresik-Tuban.

Hal itu bertujuan menumbuhkan ekonomi. Sebab bila direalisasikan, exit tol tersebut akan mendongkrak investasi industri dan wisata yang berada di pantura Lamongan.

Baca Juga: Dorong Produktivitas, Petani Lamongan Terima Bantuan Alat dan Mesin Pertanian

"Kami ada beberapa usulan dalam perencanaan pembangunan tol. Apalagi daerah kami sedang gencar-gencarnya tumbuh di bidang industri dan kami mempunyai potensi wisata yang sangat luar biasa terutama di wilayah utara," papar Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi (Pak Yes), Jumat (17/2/2023).

Lamongan memiliki kawasan yang paling luas dalam proyeksi Tol Gresik-Tuban tersebut. Dari data yang ada, tol sepanjang 73 kilometer itu, 37,8 di antaranya masuk dalam wilayah strategis Kota Soto.

"Untuk itu selain simpang susun di wilayah Babat dan Lamongan, kami mengusulkan penambahan exit tol yang terhubung ke ruas jalan Sukodadi-Paciran untuk mendukung potensi yang kami miliki seperti surat usulan yang telah kami kirimkan sebelumnya," terang Pak Yes.

Baca Juga: Tingkatkan Indeks Harapan Hidup, Pemkab Lamongan Ajak 600 Lansia Peringati HLUN

Dalam diskusi bersama Direktur Pelaksanaan Pembiayaan Infrastruktur Jalan dan Jembatan, Reni Ahiantini dan tim proyek tol, Pak Yes juga meminta pergeseran akses simpang susun yang semula berada di Desa Kebalandono/Datinawong untuk digeser ke arah Babat tepatnya di Desa Plaosan.

"Alasannya area tersebut terkoneksi langsung dengan jalan arteri primer nasional (Surabaya-Lamongan-Widang-Tuban) dan jalan provinsi Babat-Jombang. Sehingga pembangunan tol yang melintasi Lamongan semakin meningkatkan akselerasi perekonomian di Lamongan," papar dia.

Baca Juga: Venue Kejurprov X Biliar Jatim di Lamongan Dipindah, Ini Alasannya

Menanggapi hal tersebut, anggota tim proyek pembangunan tol, Rudyanto mengungkapkan, penambahan exit tol seperti yang diusulkan Pemkab Lamongan bisa direalisasikan. Sementara usulan pergeseran simpang susun belum bisa direalisasikan dengan beberapa pertimbangan terkait demografi wilayah.

"Untuk pergeseran simpang susun ke wilayah Plaosan ini mengalami banyak pertimbangan, dengan mempertimbangkan hal-hal teknis dan juga biaya konstruksi. Rencana Simpang Susun Babat tetap didesain pada posisi yang sudah ada," terang Rudyanto.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.