Jumat, 19 Jun 2026 05:27 WIB

Mengintip Kesiapan Trenggalek Jadi Tuan Rumah Festival Mangrove se Jawa

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa bersama Bupati Trenggalek Moch Nur Arifin saat meninjau kawasan hutan mangrove (Foto: Dok. Prokopim Trenggalek)
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa bersama Bupati Trenggalek Moch Nur Arifin saat meninjau kawasan hutan mangrove (Foto: Dok. Prokopim Trenggalek)

jatimnow.com - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengunjungi kawasan konservasi hutan mangrove di Pantai Cengkrong, Trenggalek, Jumat (17/2/2023).

Kawasan tersebut dipastikan menjadi tempat perhelatan Fesatival Mangrove ke-IV se Pulau Jawa.

Baca Juga: Bank Jatim Salurkan CSR ke Trenggalek Berupa Floor Projector Highlight

Khofifah mengatakan, berdasarkan data yang ada, jumlah luasan hutan mangrove di Jawa Timur mencapai 1.800 hektar, atau sejumlah 7.000 pohon mangrove. Jika dipersentasekan, total kawasan hutan mangrove di Jawa Timur mencapai 48 persen dari total kawasan hutan mangrove di Jawa.

"Hampir setiap bulan kami melakukan penanaman mangrove di berbagai wilayah di Jawa Timur bersama dengan kelompok masyarakat. Hal ini bertujuan untuk dapat menjaga ekologi di pesisir," ujar Khofifah, Jumat (17/2/2023).

Pada Maret 2023, akan digelar festival mangrove se Jawa di kawasan hutan mangrove Pantai Cengkrong, Trenggalek itu.

Khofifah menilai, dari hasil peninjauan yang dilakukan, penanaman serta pemeliharaan hutan magrove di Trenggalek sudah bagus. Bahkan juga ada budidaya kepiting, untuk menambah jumlah biota di sekitar kawasan hutan mangrove.

Baca Juga: JLS di Tulungagung Telah Rampung Pembangunannya, Tiga Kabupaten Sudah Terhubung

"Penanaman mangrove ini untuk mewujudkan blue economi. Di mana pembangunan dilakukan tanpa melakukan pencemaran," papar dia.

Selain berfungsi sebagai pendukung ekologi, diharapkan hutan mangrove juga bisa meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar. Beberapa produk olahan mangrove bisa dikembangkan lagi sehingga membantu meningkatkan ekonomi masyarakat.

"Pemberdayaan masyarakat melalui hutan mangrove disini juga sudah bagus. Tadi saya tanya, mereka sudah membuat produk sirup dan kue dari mangrove. Dan tentunya ini akan meningkatkan perekonomian," tutur Khofifah.

Baca Juga: Penutupan Jalan Utama Tulungagung - Trenggalek Tertunda, Ini Alasannya

Sementara Bupati Trenggalek, Moch Nur Arifin menambahkan, siap menjadi tuan rumah Festival Mangrove se Jawa.

Menurutnya, di pesisir Trenggalek terdapat ratusan hektar kawasan konservasi hutan mangrove. Bahkan biota di sekitar kawasan hutan mangrove juga masih sangat terjaga. Tak hanya itu, masyarakat sekitar kawasan hutan mangrove juga bisa menghasilkan produk dari mangrove.

"Hal ini tentu menunjukan bahwa ekologi di pesisir Trenggalek masih terjaga," pungkasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.