Rabu, 24 Jun 2026 01:13 WIB

BPBD Jatim Kirim Bantuan Logistik hingga Bangun Jembatan Darurat di Ponorogo

Petugas dan warga memperbaiki jembatan. (Foto-foto: BPBD Jatim for jatimnow.com)
Petugas dan warga memperbaiki jembatan. (Foto-foto: BPBD Jatim for jatimnow.com)

jatimnow.com - Hujan dengan intensitas tinggi membuat debit Sungai Sekayu di Kabupaten Ponorogo meluap. Akibatnya, puluhan rumah warga dan ruas jalan nasional Ponorogo - Wonogiri sempat terendam banjir.

Puluhan rumah warga yang terdampak banjir tersebut tersebar di sejumlah titik. Di antaranya, di Desa Gandukepuh Kecamatan Sukorejo, Desa Sragi Kec. Sukorejo, Desa Tanjungrejo Kec. Badegan, Desa Turen Kec. Sampung, dan Kelurahan Paju Kec. Ponorogo.

Baca Juga: Satu Abad Gontor: Wamenag Puji Peran Pesantren Cetak Generasi Mendunia

Jembatan antardesa yang berada di Desa Sidoharjo Kecamatan Jambon juga terputus akibat tergerus aliran sungai yang besar.

Merespon kondisi ini, BPBD Jatim langsung bergerak cepat menerjunkan Tim Reaksi Cepat (TRC) ke lokasi kejadian.

Selain melakukan assessment bersama Tim BPBD Kabupaten Ponorogo, Tim BPBD Jatim juga memberikan bantuan logistik dan keperluan domistik.

Di antaranya berupa, beras 100 Kg, mie instan 35 dus, air mineral 15 dus, sarden 2 Karton (120 kaleng), minyak goreng 5 dus, kompor gas 5 unit, selimut 100 Pcs, pampers 5 dus, softex 2 dus, tikar 20 pcs, mie keriting 15 dus dan pembersih lantai 2 karton.

Tak hanya menyerahkan bantuan, hari ini, Kamis (16/2/2023), Tim BPBD Jatim juga membantu gotong royong warga Desa Sidoharjo dan TNI membuat jembatan darurat menggantikan jembatan yang terputus.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

"Sebagimana arahan Ibu Gubernur, kami akan berusaha melakukan upaya yang bisa dilakukan untuk membantu masyarakat terdampak bencana di lokasi kejadian," terang Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto, Kamis (16/2/2023).

Sementara, banjir yang terjadi Rabu kemarin juga sempat membuat ruas jalan nasional penghubung Ponorogo dan Wonogiri sepanjang 500 meter, terendam air dengan ketinggian sekitar 30 cm.

Fasilitas pendidikan, yakni, Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 6 Ponorogo juga terdampak banjir dengan ketinggian sekitar 30-40 cm.

Baca Juga: Berkali Ganti Bupati, Warga Karang Mluwo Jember Masih Dihantui Banjir

Hingga saat ini, belum ada pos pengungsian. Karena 4 warga yang mengungsi memilih tinggal di rumah saudaranya.

Kemarin, Tim Dapur Umum dari Dinsos setempat juga telah mendistribusikan nasi bungkus sebanyak tiga kali, dengan rincian, pagi 350 bungkus, siang 480 bungkus dan malam juga 480 bungkus.

Berdasar assesment, banjir yang melanda Ponorogo juga disebabkan karena intensitas hujan tinggi di dua kecamatan di Kabupaten Wonogiri, Jateng. Yakni, Kec. Purwantoro dan Bulukerto, yang berbatasan langsung dengan Ponorogo. Kondisi ini menjadikan Ponorogo terkena dampak banjir kiriman.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.