Jumat, 19 Jun 2026 14:09 WIB

Terima Sertifikat PTSL dari Bupati Jombang, Ribuan Warga Desa Betek Full Senyum

Bupati Jombang Hj Mundjidah Wahab saat memberikan sertifikat PTSL pada warga Desa Betek, Mojoagung secara simbolis.(Foto: Humas Pemkab Jombang)
Bupati Jombang Hj Mundjidah Wahab saat memberikan sertifikat PTSL pada warga Desa Betek, Mojoagung secara simbolis.(Foto: Humas Pemkab Jombang)

jatimnow.com - Sedikitnya ada 1.086 warga Desa Betek, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang, yang bisa full senyum. Hal ini dikarenakan warga telah menerima sertifikat program pendaftaran tanah sistematis lengkap (PTSL) dari Bupati Jombang, Hj Mundjidah Wahab.

Bupati mengatakan, bahwa program PTSL Desa Betek tahun 2022 telah selesai sesuai target yakni sebanyak 1086 sertifikat.

Baca Juga: Pemkab Jombang, Nganjuk dan Kediri Lobi Pusat Terkait Rencana Flyover Mengkreng

"Sedangkan untuk tahun 2023 targetnya sebanyak 850 Sertifikat," ungkapnya, Kamis (16/2/2023).

Lebih lanjut Bupati mengatakan pada masyarakat apabila tanahnya sudah bersertifikat, diharapkan patoknya tetap dijaga sebagai batas fisik. 

"Sertifikat yang telah diterima, supaya diteliti kembali untuk segera mendapatkan perbaikan," paparnya.

Baca Juga: Gandeng FH Ubaya, BPN Jatim Percepat Digitalisasi Pertanahan Jatim

Selain itu, Bupati mengucapkan terimakasih kepada seluruh jajaran ATR BPN Kabupaten Jombang, yang telah memberikan pelayanan terbaiknya bagi masyarakat Kabupaten Jombang.

"Terutama dengan selesainya sertifikat warga Desa Betek, Kecamatan Mojoagung," jelasnya.

Bupati mengaku dengan adanya sertifikat tanah program PTSL, masyarakat kini telah memiliki bukti kepemilikan tanah yang kuat dan sah, sehingga diharapkan dimasa depan tidak ada lagi sengketa atas kepemilikan tanah. 

Baca Juga: Menko Pangan Tinjau MBG di Jombang, Dorong Percepatan Distribusi ke Sekolah Agama

"Kepemilikan sertifikat tanah, juga meningkatkan kualitas dan taraf hidup masyarakat. Pergunakan sertifikat tanah ini dengan bijak, sebab sebagai aset pemanfaatan atas tanah dapat dioptimalkan, sehingga peluang untuk meningkatkan taraf ekonomi pun terbuka lebar selama masa kepemilikan aset," pungkasnya. (ADV)

 

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.