Senin, 15 Jun 2026 17:43 WIB

Bupati Mojokerto Ikfina Gencar Turunkan Angka Stunting

Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati saat berpesan kepada Tim Percepatan Penurunan Stunting. (Foto: Diskominfo Kabupaten Mojokerto for jatimnow.com)
Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati saat berpesan kepada Tim Percepatan Penurunan Stunting. (Foto: Diskominfo Kabupaten Mojokerto for jatimnow.com)

jatimnow.com - Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati terus gencar berupaya menurunkan angka stunting dengan beberapa cara.

Kali ini, dalam menurunkan angka stunting, Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati berpesan kepada seluruh Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) tingkat desa se-Kecamatan Trawas untuk memperhatikan indikator balita menuju stunting.

Baca Juga: AceKid Masuk Indonesia, Usung Susu Formula dari Susu Segar

Ada empat indikator balita stunting yakni weight faltering atau kenaikan berat badan yang tidak cukup, underweight atau kekurangan berat badan, gizi kurang dan gizi buruk.

"Saya minta tolong fokusnya bukan hanya stunting, jadi mana saja anak-anakku yang weight faltering, underweight, gizi kurang, dan gizi buruk," ucap Ikfina dalam keterangan tertulis, Kamis (15/2/2023).

Ia menambahkan, untuk mengatasi stunting dengan masalah weight faltering dan underweight dapat diberikan makanan kaya protein hewani seperti daging, ayam, ikan, susu selama 14 hari.

"Kalau gizi kurang dan gizi buruk untuk diberikan makanan kaya protein selama 3 bulan dan kalau sudah stunting maka rumah sakit yang menangani," jelasnya.

Baca Juga: Cargill Perkuat Gizi dan Ekonomi Warga di Jawa Timur

Menurut Ikfina, permasalahan stunting menjadi suatu perhatian khusus pemerintah pusat, karena data dari Menteri Kesehatan menunjukkan terdapat 23 persen balita stunting di Indonesia dengan rentang usia 0-5 bulan.

Sedangkan, terdapat 21 persen balita mengalami stunting pada usia 6-11 bulan, untuk usia 1-2 tahun balita mengalami stunting mencapai 37 persen.

"Stunting paling banyak pada umur 1 hingga 2 tahun, ini makanannya sama dengan orang dewasa. Dan perlu diingat usia satu tahun, anak sudah berjalan dan bereksplorasi," bebernya.

Baca Juga: 80 Persen Anak Indonesia Masih Defisit Protein Hewani

Bupati perempuan pertama Mojokerto ini berpesan agar TPPS memperhatikan empat indikator balita menuju stunting. Ikfina juga membeberkan stunting dapat berdampak pada tingkat kecerdasan di bawah standar hingga mencapai 20 persen.

"Bagaimana bisa menghadapi masa depan yang akan mereka hadapi, kalau tidak menjadi anak-anak yang cerdas. Maka program tetap jalan, data di pegang, kalau kemarin kepada keluarga berisiko stunting. Sekarang perhatikan weight faltering, underweight, gizi kurang, dan gizi buruk," pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.