Minggu, 21 Jun 2026 09:21 WIB

Angka Stunting Nasional dan Provinsi Jatim Turun, Sidoarjo Kok Naik?

Data stunting di Kabupaten Sidoarjo
Data stunting di Kabupaten Sidoarjo

jatimnow.com - Angka stunting di Kabupaten Sidoarjo tercatat naik. Angka itu berbanding terbalik dengan penurunan angka stunting tingkat nasional maupun Provinsi Jawa Timur.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, angka stunting Tahun 2022 di Sidoarjo adalah 16,1%. Angka tersebut naik sekitar 1,3�ri tahun sebelumnya, yaitu 14,8%.

Baca Juga: AceKid Masuk Indonesia, Usung Susu Formula dari Susu Segar

Data tersebut berbanding terbalik jika dibandingkan dengan tren angka stunting dari Provinsi Jatim, yakni 23,5% di Tahun 2021 dan menurun menjadi 18,2% di Tahun 2022. Sedangkan data nasional adalah 24,2% di 2021 dan menurun menjadi 21,6% pada Tahun 2022.

Tren kenaikan angka stunting itu menjadi sorotan, salah satunya dari Ketua Badan Kemaritiman Nahdlatul Ulama (BKNU) Sidoarjo, Badruzzaman.

Dia memaparkan, meski data hasil survei status gizi tersebut tidak mencerminkan upaya surveilans, tapi menurutnya hal itu lebih mencerminkan efektivitas intervensi yang dilakukan untuk mengatasi persoalan stunting di Sidoarjo.

"Apakah fenomena stunting ini adalah ketidakmampuan kebijakan publik (kesehatan) terdelivery di masyarakat atau gagal tereksekusi yang disebabkan rendahnya capability goverment dalam kebijakan publik Sidoarjo? Meski kebijakan ini dikeroyok juga melalui instrumen dana desa," tegasnya, Rabu (15/2/2023).

Dia mengatakan bahwa NU juga telah berupaya total dalam melakukan pemecahan masalah stunting tersebut.

Baca Juga: Cargill Perkuat Gizi dan Ekonomi Warga di Jawa Timur

"Bahkan, bagi NU Sidoarjo sendiri, untuk berupaya total di garda depan berpartisipasi mengatasi stunting ini. Sebagai implementasi apa yang digelorakan sebagai Mendigdayakan NU. Karena hipotesis secara sederhana, bagaimana NU bisa digdaya dengan generasi stunting," ungkap dia.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Sidoarjo, Fenny Apridawati memaparkan bahwa beberapa hal telah dilakukan.

Menurutnya, dinkes telah mencatat beberapa upaya yang telah dilakukan dalam mengatasi stunting. Secara garis besar, di antaranya insentifikasi pelaporan data, dan pemaksimalan input data di lapangan.

Baca Juga: Pelajar Asal Bogor Tewas Terlindas Truk di Gedangan Sidoarjo

"Screenning dan deteksi dini sasaran bumil, bulin, bufas, bayi baru lahir, balita, uks/kes remaja, catin lansia, untuk mencegah kasus baru. Dan memperkuat pelaksanaan konvergensi stunting baik intervensi sensitif (di luar program kesehatan) dan intervensi sensitif (program kesehatan) dalam penurunan stunting mulai tingkat desa, kecamatan dan kabupaten," papar Fenny.

Dia menjelaskan bahwa target ke depan adalah menggerakkan masyarakat datang ke posyandu. Hal itu dilakukan untuk pendeteksian secara dini pemantauan pertumbuhan dan perkembangan, seperti berat badan tidak naik serta perkembangan tidak sesuai usia.

"Kami akan segera menangani dan merujuk bagi balita yang turun berat badannya atau ada tanda-tanda stunting ke puskesmas atau rumah sakit," pungkasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.