Minggu, 14 Jun 2026 12:40 WIB

Pria di Wonosalam Jombang Cari Rebung Temukan Tengkorak Manusia

Polisi saat melakukan evakuasi kerangka manusia di bawah bambu di Dusun Ngeseng, Desa Carangwulung, Kecamatan Wonosalam. (Foto: Polsek Wonosalam)
Polisi saat melakukan evakuasi kerangka manusia di bawah bambu di Dusun Ngeseng, Desa Carangwulung, Kecamatan Wonosalam. (Foto: Polsek Wonosalam)

jatimnow.com - Warga Dusun Ngeseng, Desa Carangwulung, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang mendadak gempar usai ada salah satu warganya menemukan kerangka manusia di bawah bambu, pada Rabu (15/2/2023), sekitar pukul 6.30 WIB.

Kapolsek Wonosalam, AKP Hariyono menjelaskan, penemuan kerangka manusia itu, pertama kali ditemukan oleh Purwanto (39) warga setempat.

Baca Juga: Besut Mudik ke Jombang, Mencari Roh Dialektika di Tanah Para Pemikir

"Awalnya saksi ini pada pukul 6.30 pagi sedang mencari rebung di kebun bambu milik Ibu Sumiani. Saat hendak memotong rebung, saksi kaget lantaran melihat tengkorak kepala manusia di tanah," ungkapnya.

Usai menemukan tengkorak kepala manusia, sambung Kapolsek, saksi selanjutnya berlari meminta tolong kepada pemilik kebun dan selanjutnya melaporkan temuan ke aparat Desa.

"Setelah kaget saksi akhirnya melapor ke RT dan pihak desa. Dan kemudian menghubungi Polsek," ujarnya.

Setelah menerima laporan, lanjut Kapolsek, petugas dari Polsek dan tim inafis Polres Jombang mendatangi lokasi penemuan dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Baca Juga: Potret Travesti Ludruk, Simbol Perlawanan yang Hadir di Pameran Foto Jombang

"Di TKP tim melakukan identifikasi terhadap tengkorak kepala manusia dan tulang belulang, baju batik warna biru, celana coklat dan seutas tali tampar yang terikat di bambu," kata Kapolsek.

Dari hasil olah TKP, diketahui identitas kerangka manusia itu adalah Katiran (88) warga setempat. Hal ini dikuatkan dengan keterangan dari pihak anak dan keluarga Katiran.

"Korban dikenali pihak keluarga dari celana dan baju batik yang digunakan. Selain itu pihak keluarga juga menerangkan bahwa korban satu bulan yang lalu mengalami depresi dan meninggalkan rumah," paparnya.

Baca Juga: Sempat Hilang, Pemilik Motor di Jembatan Bengawan Solo Lamongan Ditemukan

"Korban sempat dicari pihak keluarga namun tidak kunjung ditemukan. Akhirnya pihak keluarga menerima kejadian tersebut dan tidak menghendaki adanya proses autopsi di RSUD Jombang," sambung Kapolsek.

Selain itu, lanjut Kapolsek, dari pemeriksaan medis yang dilakukan oleh dokter dari Puskesmas setempat, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada korban.

"Dari pemeriksaan medis yang dilakukan dokter Ivan Ubaidillah dari puskesmas Wonosalam, tidak ditemukan adanya luka atau bekas penganiayaan. Sehingga korban dibawa pulang keluarga untuk dilakukan prosesi pemakaman," pungkas Kapolsek.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.