Kamis, 18 Jun 2026 11:50 WIB

Romantisme Pasutri Lansia Lamongan Ngontel 15 Km Jual Pisang sejak 1975

Pasutri lansia di Lamongan saat menjajakan dagangannya menyusuri jalan kota. (Foto: Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)
Pasutri lansia di Lamongan saat menjajakan dagangannya menyusuri jalan kota. (Foto: Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)

jatimnow.com - Pasangan suami istri (pasutri) lanjut usia (lansia) di Lamongan, Tarimin dan Printen bisa jadi menampar para muda dalam urusan asmara. Pasalnya, bukan hanya simbol cokelat, bunga, atau sekadar kalimat puitis khas hari valentine, melainkan juga menunjukkan esensi kesetiaan dan ketulusan dalam sebuah ikatan.

Pasutri asal Desa Guyangan, Kecamatan Sugio, Lamongan ini setiap hari menjual pisang ke kota Lamongan. Keduanya menggunakan sepeda ontel menyusuri kota untuk menjemput rezeki. Sesekali sepeda yang ditumpangi keduanya dituntun.

Baca Juga: Dorong Produktivitas, Petani Lamongan Terima Bantuan Alat dan Mesin Pertanian

Sungguh pemandangan yang jarang sekali ditemui di zaman modern seperti sekarang. Padahal jika dihitung jarak tempuh antar Kecamatan Sugio dan kota Lamongan jauhnya mencapai hampir 15 Km .

"Berdagang pisang sudah sejak 1975 (48 tahun) ke Lamongan dituntun," ungkap Mbah Tarimin, Selasa (14/2/2023).

Baca Juga: Venue Kejurprov X Biliar Jatim di Lamongan Dipindah, Ini Alasannya

Saat ditanya lebih jauh alasan keduanya berdagang dengan jarak tempuh berpuluh-puluh kilometer meski usianya tak muda lagi, Tarimin menjawab, berdagang pisang dijalaninya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari lantaran tak dikaruniai keturunan.

"Nggak punya anak, berdagang untuk makan dan kebutuhan sehari-hari," ucapnya.

Baca Juga: Diminati Karena Kualitas, Selada Hidroponik Lapas Lamongan Suplai Dapur MBG

Sehari-hari Mbah Tarimin dan istri menjual setidaknya 3 tandan pisang ke kota Lamongan. Dengan nada bersenda gurau keduanya menyebut jika tidak memiliki saudara.

"Tidak punya, ya ini saudara saya, pacar dan teman saya," sambil menunjuk istrinya sambil tertawa.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.