Rabu, 17 Jun 2026 06:38 WIB

Keren! Warga Bantaran Bengawan Solo di Lamongan Daur Ulang Popok jadi Pupuk

Proses pemilahan popok bekas yang kemudian di olah menjadi pupuk organik cair oleh warga di Lamongan. (Foto : Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)
Proses pemilahan popok bekas yang kemudian di olah menjadi pupuk organik cair oleh warga di Lamongan. (Foto : Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)

jatimnow.com - Bagi kebanyakan orang popok tak ubahnya sampah. Namun, kalimat itu tak berlaku bagi warga di Desa Klagensrampat, Kecamatan Maduran, Lamongan yang malah sukses mendaur ulang popok bekas menjadi pupuk organik.

Kepala Desa Klagensrampat, Suliono menyampaikan ide mendaur ulang popok ini bukan didapat dari pelatihan atau wacana program pemerintah melainkan berasal dari literasi dan edukasi yang berasal dari dunia maya.

Baca Juga: Dorong Produktivitas, Petani Lamongan Terima Bantuan Alat dan Mesin Pertanian

"Dari berbagai literatur yang ada, kami kemudian menelurkan gagasan mengubah popok bayi ini menjadi pupuk organik cair dan fungisida," ujarnya Suliono, Senin (13/2/2023).

Uniknya, latar belakang di balik kegiatan bermanfaat ini bermula dari keresahan warga setempat. Warga Desa Klagensrampat berada di bantaran Bengawan Solo kerap melihat sampah popok di aliran sungai sehingga menyebabkan pencemaran.

"Semuanya berawal dari banyaknya sampah popok bayi yang kerap kami jumpai dan mencemari lingkungan seperti aliran Bengawan Solo," terangnya.

Baca Juga: Venue Kejurprov X Biliar Jatim di Lamongan Dipindah, Ini Alasannya

Proses daur ulang sendiri terbilang sederhana, terlebih dahulu proses pemisahan antara kain dan bahan penyerap popok (jeli), kemudian jeli difermentasi dengan dicampur bahan lain seperti nanas, tetes tebu dan bahan lainya.

"Bahan campuran pampers bekas yang kami pakai untuk pupuk organik cair ini diantaranya adalah buah nanas, cairan tetes tebu dan lainnya. Kemudian jeli tersebut difermentasi selama 7 hari," paparnya.

Baca Juga: Diminati Karena Kualitas, Selada Hidroponik Lapas Lamongan Suplai Dapur MBG

Sedangkan, kain perekat pada popok bekas yang sudah terpisahkan dengan jeli, lanjut Suliono, dapat diolah kembali dan dimanfaatkan menjadi bahan campuran untuk membuat pot bunga. Setelah jadi, pupuk cair dari bahan dasar pampers bekas itupun siap digunakan untuk memupuk tanaman.

"Jadi mau kainnya pampers itu sendiri, kemudian jeli atau urinenya itu semua bisa dimanfaatkan," beber Suliono.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.