Sampah Ancam Konstruksi Jembatan Lama Berumur 154 Tahun di Kota Kediri
- Penulis : Yanuar Dedy
- | Sabtu, 11 Feb 2023 17:25 WIB
jatimnow.com - Tumpukan sampah menjadi ancaman serius konstruksi Jembatan Lama Kota Kediri yang kini sudah berusia 154 tahun.
Sampah-sampah yang kini terlihat seperti pulau kecil di Sungai Brantas itu tertahan dan menumpuk di bawah jembatan yang berdiri sejak 1869 tersebut.
Baca Juga: Warga Kediri Serbu Perahu Tambang Imbas Penutupan Jembatan Kaliombo I
Dari pantauan jatimnow.com, ada dua tumpukan berupa ranting pohon dan sampah-sampah plastik rumah tangga di sisi selatan yang sepertinya sulit terurai.
Juru pelihara Jembatan Lama, Imam Mubarok menyebut, kondisi itu bisa mengancam konstruksi jembatan yang tidak lagi muda.
Imam mengaku sudah berkoordinasi dengan pihak terkait, dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Kediri untuk pembersihan.
"Soal sampah ini sudah kita rekomendasikan ke Dinas PUPR," ujar Imam, Sabtu (11/2/2023).
Menurut Imam, sangat penting dibangun pemecah ombak seperti saat Belanda pertama membangun jembatan tersebut. Sehingga sampah tidak tertahan di konstruksi jembatan yang membelah Sungai Brantas dan menghubungkan sisi timur dan barat Kota Kediri ini.
Baca Juga: Kota Kediri Raih Opini WTP 12 Kali Berturut-turut, Ini Pesan Mbak Wali

"Kita juga rekomendasikan agar seperti Belanda dulu membangun jembatan harus ada pemecah ombak, sehingga secara langsung sampah langsung menyingkir," tambah Imam, yang juga budayawan dan sejarawan di Kota Kediri itu.
Untuk diketahui, Jembatan Lama karya arsitek Sytze Westerbaan Muurling, dengan nama asli Brug Over den Brantas te Kediri tersebut, tahun ini memasuki umur 154 tahun.
Dibangun Belanda sejak Tahun 1855 dan diresmikan serta dibuka untuk umum pada 18 Maret 1869, jembatan ini lebih tua daripada Jembatan Brooklyn di Amerika Serikat karya insinyur John Augustus Roebling yang berdiri pada Tahun 1883.
Baca Juga: Pencari Ikan yang Tenggelam di Sungai Brantas Tulungagung Ditemukan Tewas
Jelang ulang tahunnya ke-154, dilakukan sejumlah pembenahan pada jembatan, salah satunya penggantian kayu secara bertahap. Juga pemasangan 16 lampu baru yang disesuaikan dengan lampu awal jembatan ini.
"Hari ini persiapan 154 tahun. Kita lakukan pembenahan di jembatan, mengganti kayu-kayu yang rusak. Dari Dinas PUPR kemarin sudah kita ganti juga lampu sesuai draft awal blue print yang dibangun Belanda, lampu kita sesuaikan," terang Imam.
18 Maret nanti akan ada acara sederhana di atas jembatan ini. Tumpengan sekaligus pencanangan cagar budaya tingkat nasional.
Editor : Narendra Bakrie