Kamis, 18 Jun 2026 06:56 WIB

Sampah Ancam Konstruksi Jembatan Lama Berumur 154 Tahun di Kota Kediri

Imam Mubarok melihat tumpukan sampah di Jembatan Lama Kota Kediri (Foto: Yanuar Dedy/jatimnow.com)
Imam Mubarok melihat tumpukan sampah di Jembatan Lama Kota Kediri (Foto: Yanuar Dedy/jatimnow.com)

jatimnow.com - Tumpukan sampah menjadi ancaman serius konstruksi Jembatan Lama Kota Kediri yang kini sudah berusia 154 tahun.

Sampah-sampah yang kini terlihat seperti pulau kecil di Sungai Brantas itu tertahan dan menumpuk di bawah jembatan yang berdiri sejak 1869 tersebut.

Baca Juga: Warga Kediri Serbu Perahu Tambang Imbas Penutupan Jembatan Kaliombo I

Dari pantauan jatimnow.com, ada dua tumpukan berupa ranting pohon dan sampah-sampah plastik rumah tangga di sisi selatan yang sepertinya sulit terurai.

Juru pelihara Jembatan Lama, Imam Mubarok menyebut, kondisi itu bisa mengancam konstruksi jembatan yang tidak lagi muda.

Imam mengaku sudah berkoordinasi dengan pihak terkait, dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Kediri untuk pembersihan.

"Soal sampah ini sudah kita rekomendasikan ke Dinas PUPR," ujar Imam, Sabtu (11/2/2023).

Menurut Imam, sangat penting dibangun pemecah ombak seperti saat Belanda pertama membangun jembatan tersebut. Sehingga sampah tidak tertahan di konstruksi jembatan yang membelah Sungai Brantas dan menghubungkan sisi timur dan barat Kota Kediri ini.

Baca Juga: Kota Kediri Raih Opini WTP 12 Kali Berturut-turut, Ini Pesan Mbak Wali

"Kita juga rekomendasikan agar seperti Belanda dulu membangun jembatan harus ada pemecah ombak, sehingga secara langsung sampah langsung menyingkir," tambah Imam, yang juga budayawan dan sejarawan di Kota Kediri itu.

Untuk diketahui, Jembatan Lama karya arsitek Sytze Westerbaan Muurling, dengan nama asli Brug Over den Brantas te Kediri tersebut, tahun ini memasuki umur 154 tahun.

Dibangun Belanda sejak Tahun 1855 dan diresmikan serta dibuka untuk umum pada 18 Maret 1869, jembatan ini lebih tua daripada Jembatan Brooklyn di Amerika Serikat karya insinyur John Augustus Roebling yang berdiri pada Tahun 1883.

Baca Juga: Pencari Ikan yang Tenggelam di Sungai Brantas Tulungagung Ditemukan Tewas

Jelang ulang tahunnya ke-154, dilakukan sejumlah pembenahan pada jembatan, salah satunya penggantian kayu secara bertahap. Juga pemasangan 16 lampu baru yang disesuaikan dengan lampu awal jembatan ini.

"Hari ini persiapan 154 tahun. Kita lakukan pembenahan di jembatan, mengganti kayu-kayu yang rusak. Dari Dinas PUPR kemarin sudah kita ganti juga lampu sesuai draft awal blue print yang dibangun Belanda, lampu kita sesuaikan," terang Imam.

18 Maret nanti akan ada acara sederhana di atas jembatan ini. Tumpengan sekaligus pencanangan cagar budaya tingkat nasional.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.