Sabtu, 20 Jun 2026 22:45 WIB

Ratusan Peternak Terdampak PMK di Ponorogo Akhirnya Dapat Ganti Rugi

Penyerahan bantuan kepada peternak yang terdampak PMK di Ponorogo (Foto: Humas Pemkab Ponorogo)
Penyerahan bantuan kepada peternak yang terdampak PMK di Ponorogo (Foto: Humas Pemkab Ponorogo)

jatimnow.com - 594 peternak di Ponorogo yang terdampak penyakit mulut dan kuku (PMK) hewan ternak mendapat ganti rugi dari pemerintah.

Mereka mendapat ganti rugi dari Kementrian Pertanian (Kementan). Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Dirjend Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementan RI, Syamsul Ma'arif di Pendopo Agung Ponorogo, Jumat (10/2/2023).

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

Syamsul menjelaskan, sebenarnya peternak di Ponorogo yang mendapat bantuan ada 643 orang. Dari jumlah itu, 49 peternak akan mendapatkannya di tahap berikutnya.

"Ada administrasi yang belum selesai. Bantuan tersebut per ekor sapi yang mati Rp10 juta," terang Syamsul.

Menurutnya, jumlah sapi yang diajukan adalah 1.095 ekor yang tersebar di seluruh Ponorogo. Semua yang telah diajukan akan mendapat ganti rugi. Namun memang pencairannya dilakukan secara bertahap.

Dia berharap untuk para peternak tidak kapok untuk melakukan aktivitasnya.

"Kalau ndak sanggup sapi ya kambing. Kalau sapi juga kecil. Harapan kita, duit itu tetap dipakai di bidang peternakan," jelas Syamsul.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

Dia juga meminta maaf bila dalam penyampaian bantuan tersebut mangalami keterlambatan.

"Saya minta maaf, karena buku rekening untuk pencarian bantuan mengalami keterlambatan. Tapi saya menghimbau kepada peternak agar tidak kapok untuk beternak," ungkap Syamsul.

Sementara Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko mengucapkan terimakasih kepada pemerintah pusat yang hadir membersamai masyarakat. Dia menyebut bahwa ini bentuk pengobat luka dari wabah PMK.

"Sesungguhnya dibandingkan dengan kabupaten lain, Ponorogo juga tidak terlalu jelek. Tapi rajin mendata dan dimasukan ke dalam isiknas (Sistem Informasi Kesehatan Hewan Indonesia)," tutur Sugiri.

Baca Juga: Kementan Siapkan Langkah Strategis Jaga Produktivitas Hasil Pertanian di Lamongan

Dia menjelaskan bahwa banyaknya sapi di Ponorogo yang terkena PMK bukan sebuah aib. Menurutnya, ada beberapa sapi yang tidak dilaporkan.

"Tapi itu mungkin karena masalah administrasi, yang terdata dapat bantuan. Ini pengobat luka, masyarakat kembali beternak, karena untuk kebutuhan susu dan daging di Indonesia. Jangan jera, tapi tetap waspada dan meningkatkan kualitas peternak," pungkasnya.

 

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.